- Elkan Baggott resmi kembali dipanggil membela Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026 setelah terakhir kali tampil di Piala Asia 2024.
- Alasan pertama pemanggilan ini murni karena kualitas permainan Elkan yang sukses membuat pelatih John Herdman merasa sangat terkesan.
- Alasan kedua, Elkan dianggap sebagai aset masa depan yang bisa menularkan mental profesional berkat pengalamannya berkarier di Liga Inggris.
Suara.com - Keputusan mengejutkan mewarnai persiapan skuad Timnas Indonesia menyusul kembalinya bek tengah jangkung Elkan Baggott ke dalam pemusatan latihan.
Juru taktik anyar John Herdman secara resmi memasukkan nama pemain keturunan Indonesia-Inggris tersebut untuk berlaga di ajang FIFA Series 2026 yang akan berlangsung pada 27-30 Maret di Jakarta.
Pemanggilan ini menjadi momen comeback yang sangat dinantikan setelah sang pemain terakhir kali berseragam Merah Putih pada pergelaran Piala Asia 2024 silam.
Kehadiran bek milik klub Ipswich Town ini memancing rasa penasaran publik sepak bola Tanah Air mengingat ia sudah cukup lama menghilang dari daftar panggil.
Menjawab rasa penasaran tersebut, sang pelatih asal Inggris akhirnya buka suara untuk membeberkan pertimbangan utamanya.
Awalnya, sang arsitek sempat melontarkan gurauan bahwa postur tubuh raksasa sang pemain menjadi faktor penentu pemanggilan ini.
"Apa alasan saya memanggil Elkan Baggott? Karena tinggi badannya tujuh kaki!" ujar Herdman.
Namun, ia buru-buru meralat ucapannya dan menegaskan bahwa pernyataan tersebut hanyalah sebuah candaan belaka untuk mencairkan suasana.
"Saya hanya bercanda soal itu," lanjutnya.
Baca Juga: Erick Thohir Optimis Timnas Indonesia Unjuk Energi Baru di FIFA Series 2026
Berikut adalah dua alasan utama mengapa sang pelatih akhirnya memutuskan untuk memanggil kembali bek andalan tersebut ke dalam skuad Garuda.
1. Kualitas Permainan yang Mengesankan
Faktor fundamental yang membuat nama sang bek kembali masuk daftar panggil murni didasarkan pada kualitas teknisnya di atas lapangan.
Sang pelatih mengaku sangat terkesima dengan performa masa lalu sang pemain saat mengawal pertahanan tim nasional.
Penilaian ini didapatkan setelah ia memantau dan menganalisis secara langsung gaya bermain bek berusia 23 tahun tersebut.
"Saya sangat terkesan melihat penampilannya saat itu," katanya.
Berita Terkait
-
3 Bintang ASEAN yang Comeback ke Timnas usai Lama Menghilang, Ada Elkan Baggott
-
Alasan Logis di Balik Pemulangan Dean James: Demi Mental Pemain, Bukan Karena Performa!
-
Harga Pasar Ragnar Oratmangoen Kalahkan Satu Skuad Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026!
-
Blak-blakan Pelatih Bulgaria Akui Ngeri Hadapi Timnas Indonesia: Skuad Garuda Makin Tangguh!
-
Australia Sudah Bergerak, PSSI Bisa Kehilangan Striker Keturunan 20 Tahun
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Sihir Marcus Rashford Kunci Gelar LaLiga, Sang Bintang Berharap Dipermanenkan
-
Klasemen Liga Prancis: PSG di Ambang Gelar, Lille Berjuang ke Liga Champions
-
Lionel Messi Ungkap Pemain Terbaik di Generasi Setelahnya
-
Profil Timnas Irak: Singa Mesopotamia yang Siap Mengaum di Piala Dunia 2026
-
Pesan Mendalam Kang Dedi untuk Bobotoh: Jangan Nodai Kemenangan Persib dengan Keributan
-
Hitung-hitungan Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia U-17 2026
-
Persijap Jepara Lolos dari Degradasi, Pemain Berharga Rp 6,95 Miliar Ungkap Isi Hati
-
Profil Julian de Guzman: Legenda Kanada dan Perjalanan Besar Menembus Sepak Bola Eropa
-
Ucapan Pelatih Thailand Jelang Piala Asia 2027 Bikin Panas Suporter Timnas Indonesia
-
Profil Younis Mahmoud: Mesin Gol Legendaris Irak yang Menginspirasi Generasi Piala Dunia 2026