- Jens Raven dipanggil Timnas Indonesia oleh pelatih John Herdman menggantikan pemain cedera, sebuah kesempatan senior perdana.
- Pemanggilan Raven didasari performa impresifnya mencetak 17 gol dari 20 laga timnas junior periode Juni 2024-September 2025.
- Herdman melihat Raven sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan tim, terlepas dari kontribusinya di laga final.
Suara.com - Panggilan tak terduga yang diterima penyerang muda Jens Raven ke skuad senior Timnas Indonesia menyimpan alasan kuat di baliknya.
Di balik statistiknya yang masih dalam tahap perkembangan di level klub senior, Jens Raven menyimpan rekor mengerikan di level junior yang menjadi justifikasi pemanggilannya oleh pelatih John Herdman.
Raven dipromosikan untuk menggantikan Mauro Zijlstra yang cedera, memberinya kesempatan perdana di level senior sejak dinaturalisasi pada Juni 2024.
Label mesin gol yang melekat pada Raven bukan tanpa alasan. Reputasinya dibangun di level junior, terutama saat membela panji Merah Putih.
Dalam kurun waktu Juni 2024 hingga September 2025, Raven tampil fenomenal dengan mencetak 17 gol hanya dari 20 pertandingan bersama timnas U-19/U-20 dan U-22/U-23.
Ketajamannya juga terlihat di level klub junior bersama FC Dordrecht U-21, di mana ia mampu mendulang enam gol dari 20 penampilan.
Namun, tantangan sesungguhnya bagi Raven ada di level senior. Musim perdananya bersama Bali United memang masih dalam tahap adaptasi.
Dari 18 penampilan, ia baru sekali dipercaya sebagai starter, sehingga kontribusinya terbatas pada satu gol dan dua assist.
Meskipun statistik di level klub senior belum secemerlang di level junior, potensi besar Raven telah terpantau langsung oleh John Herdman. Sang pelatih mengaku telah mengamatinya dan melihat sesuatu yang spesial.
Baca Juga: Pelatih Bulgaria Soroti 2 Pemain Timnas Indonesia Sebagai Ancaman
"Kami melakukan perubahan dengan memanggil Jens Raven. Saya sempat melihat Jens bermain di laga pramusim di Bali. Saya menyukai beberapa hal dari dirinya," ujar John Herdman.
John Herdman pun melihat pemanggilan ini sebagai sebuah investasi jangka panjang, terlepas dari apakah ia akan mendapatkan menit bermain di laga final atau tidak.
"Dia masih sangat muda dan bisa menjadi bagian dari masa depan tim ini. Mungkin dia akan mendapat menit bermain, mungkin tidak, tapi berada di sini akan menjadi pengalaman berharga untuknya," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Bantai Lawan Sebelum Hadapi Timnas Indonesia, Bulgaria Punya 3 Pemain Berbahaya
-
4 Bintang Persija Bersinar Bersama Timnas Indonesia, Jordi Amat Bongkar Rahasianya
-
Utak Atik Duel Laga Timnas Indonesia Vs Bulgaria, Ujian di Semua Lini
-
Eks Pelatih Timnas Indonesia Justru Dukung Bulgaria Juara FIFA Series 2026
-
Tampil Gemilang Bersama Timnas Indonesia, Dony Tri Pamungkas Merendah
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final
-
Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026
-
Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina
-
Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar
-
Ogah Pandang Remeh, Cape Verde Bikin Pelatih Timnas Argentina Waspada Tingkat Tinggi
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru
-
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
-
Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil