Bola / Bola Dunia
Jum'at, 03 April 2026 | 07:50 WIB
Presiden UEFA Aleksander Ceferin. [Dok.Antara]
Baca 10 detik
  • Presiden UEFA Aleksander Ceferin memperingatkan bahwa Italia terancam batal menjadi tuan rumah bersama Piala Eropa 2032 mendatang.
  • Ancaman tersebut muncul akibat minimnya pembaruan infrastruktur stadion modern di Italia dibandingkan dengan negara besar Eropa lainnya.
  • Italia wajib menyerahkan daftar lima stadion terpilih kepada pihak UEFA paling lambat pada bulan Oktober tahun ini.

Suara.com - Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, memperingatkan Italia bisa kehilangan status tuan rumah bersama Turki untuk Piala Eropa 2032 jika negara tersebut tidak segera memperbarui infrastruktur sepak bolanya.

Dalam wawancara dengan Gazzetta dello Sport, Ceferin kembali menyoroti kurangnya stadion modern di Italia, meski ia menegaskan dukungannya kepada Gabriele Gravina, yang telah mengundurkan diri sebagai presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).

"Euro 2032 dijadwalkan dan akan tetap berlangsung. Saya berharap infrastrukturnya siap. Jika tidak, turnamen tidak akan digelar di Italia," ujar Ceferin.

Italia harus menyerahkan daftar lima stadion yang akan digunakan untuk Euro 2032 kepada UEFA paling lambat Oktober mendatang.

Namun, sejumlah klub besar seperti AC Milan, Inter Milan, Lazio, dan AS Roma menghadapi kesulitan dalam merenovasi atau membangun stadion baru karena banyaknya keterlibatan pihak berwenang yang memiliki hak atas fasilitas tersebut.

Menurut PwC, hanya enam stadion Italia yang dibangun atau direvitalisasi antara 2007-2024, jauh di bawah Jerman (19 stadion), Inggris (13 stadion), dan Prancis (12 stadion).

Meski menyoroti kekurangan infrastruktur, Ceferin membebaskan Gravina dari tanggung jawab, menyatakan bahwa masalah ini lebih pada politisi Italia.

"Mungkin politisi Italia seharusnya bertanya mengapa Italia memiliki salah satu infrastruktur sepak bola terburuk di Eropa," kata Ceferin.

"Ini jelas bukan tanggung jawab Gabriele, dan saya tidak akan menyerang pemain maupun pelatih," lanjutnya.

Baca Juga: Italia Gagal ke Piala Dunia 2026, Gabriele Gravina Mundur dari Kursi Ketum FIGC

"Mereka tidak mendukung Italia, mereka mendukung diri mereka sendiri. Katakan padaku, pemain Italia mana yang tidak dipanggil dan seharusnya dipanggil? Ini sepak bola, bahkan dengan pemain terbaik, siapa pun bisa kalah," tuturnya menambahkan.

Load More