- Wiljan Pluim mengungkap adanya tekanan federasi dan klub di Indonesia agar pemain asing melakukan naturalisasi demi kuota lokal.
- Lebih dari 20 pemain sepak bola di Belanda kini menghadapi kendala administratif akibat kasus kepemilikan paspor ganda tersebut.
- Pluim menolak menjadi WNI demi mempertahankan kewarganegaraan Belanda untuk rencana kepulangannya setelah karier profesionalnya di Indonesia berakhir.
Suara.com - Mantan pemain PSM Makassar, Wiljan Pluim turut buka suara dan mengungkap pengalaman pribadinya yang berkaitan dengan proses naturalisasi di Indonesia.
Dalam laporan terbaru, lebih dari 20 pemain disebut terdampak kasus ini. Tidak hanya pemain yang memiliki keterkaitan dengan Timnas Indonesia, tetapi juga sejumlah nama dari Suriname dan Tanjung Verde.
Dampaknya pun signifikan, karena para pemain tersebut tidak bisa tampil dalam beberapa pertandingan terakhir di kompetisi domestik Belanda.
Dari sekian banyak nama, baru Maarten Paes yang dipastikan tidak bermasalah dan terbebas dari kasus tersebut.
Wiljan Pluim yang pernah berkarier panjang di Indonesia bersama PSM Makassar (2016-2023) dan Borneo FC pada 2024, memberikan perspektif menarik.
Ia mengaku pernah berada dalam situasi serupa ketika ditawari untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
“Jika Anda bermain untuk klub yang sama di sana selama lima tahun, Anda otomatis memenuhi syarat untuk mendapatkan paspor,” kata Pluim kepada ESPN.
“Saya ditekan oleh federasi dan klub untuk mendapatkan paspor tersebut. Kemudian Anda juga menjadi 'pemain lokal,' dan itu menguntungkan karena klub hanya diperbolehkan memiliki sejumlah pemain asing tertentu," imbuhnya.
Namun, Pluim memilih untuk tidak mengambil langkah tersebut karena mempertimbangkan konsekuensi kehilangan kewarganegaraan Belanda.
Baca Juga: Bicara ke Erick Thohir, John Herdman Minta PSSI Fokus pada Pengembangan Usia Dini
“Tapi saya sudah mendengarnya dari orang lain dan langsung bertanya-tanya: bagaimana dengan paspor Belanda saya?” lanjut mantan pemain PEC Zwolle dan Vitesse tersebut.
“Begini, di Indonesia Anda hanya diperbolehkan memiliki satu paspor. Saya ingin kembali ke Belanda setelah karier saya berakhir, jadi saat itulah saya memutuskan untuk tidak melakukannya," imbuhnya.
Lebih jauh, Pluim mengaku tidak terkejut dengan mencuatnya skandal paspor di Liga Belanda.
Ia bahkan menyebut praktik kepemilikan paspor ganda bukan hal baru di dunia sepak bola.
“Saat itu, saya benar-benar tidak bisa mendapatkan kejelasan tentang situasi tersebut di mana pun. Ada sejumlah pemain yang sudah memiliki paspor ganda," ujar Pluim.
"Mereka selalu mengatakan: 'Secara teknis tidak diperbolehkan (punya kewarganegaraan lain), tetapi selama Anda menyimpan kartu identitas Belanda Anda, Anda dapat memasuki negara ini tanpa visa.' Segala macam hal seperti itu."
Berita Terkait
-
Vietnam dan Indonesia Hancurkan Malaysia di 2 Cabor! Futsal dan Sepak Bola
-
Patrick Kluivert Akhirnya Kembali ke Indonesia, Masyarakat Diminta Jangan Menghina
-
NAC Breda Dilaporkan Tak Terima Usai Dean James Lolos dari Sanksi KNVB
-
Titik Terang Skandal Paspoortgate, KNVB Tidak Sanksi Dean James dan Go Ahead Eagles
-
Maarten Paes Kena Semprot Legenda Ajax, Pola Permainannya Dinilai Tak Masuk Akal
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik
-
BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla
-
Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan
-
1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak