- Legenda Ajax, Wim Kieft, mengkritik Maarten Paes karena terlalu sering mengambil risiko saat membangun serangan dari lini belakang.
- Kritik disampaikan setelah penampilan buruk Ajax melawan FC Twente yang dinilai membahayakan gawang sendiri melalui operan pendek.
- Wim Kieft juga menyoroti kelemahan struktur permainan Ajax secara keseluruhan, khususnya pada sektor bek sayap yang dianggap buruk.
Suara.com - Penampilan kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes bersama Ajax Amsterdam baru-baru ini menjadi sorotan tajam dari legenda klub, Wim Kieft.
Maarten Paes dinilai terlalu sering mengambil risiko dengan memainkan bola-bola pendek ke lini pertahanan dalam skema build up yang justru menjadi bumerang.
Kritik pedas ini dilontarkan Kieft setelah Ajax dinilai tampil jauh di bawah standar saat menghadapi FC Twente.
Alih-alih membangun serangan yang efektif, pola permainan dari lini belakang yang melibatkan Paes justru terus menerus membahayakan gawang sendiri.
Kieft secara spesifik menyoroti kebiasaan Paes yang terus menerus memberikan umpan pendek kepada bek tengah Josip Sutalo, sebuah strategi yang ia anggap sama sekali tidak bisa dimengerti.
“Mereka (FC Twente) juga tidak kesulitan. Ini adalah tim yang sedang dalam performa bagus dan Ajax bermain buruk. Kiper Ajax itu terus saja mengoper bola ke Sutalo. Saya benar-benar tidak mengerti apa pun tentang itu,” ungkap Kieft dikutip dari laporan media Belanda, Ajax Show Time.
Mantan striker timnas Belanda itu tidak hanya mengkritik Paes secara individu. Ia juga menyoroti kelemahan struktur permainan Ajax secara keseluruhan, terutama di sektor bek sayap yang dianggap menjadi titik lemah paling mencolok dan diisi oleh pemain-pemain hasil rekrutan yang buruk.
"Ajax tidak memiliki bek sayap, dan yang mereka miliki adalah rekrutan yang buruk," kata Kieft.
Kritik tajam dari figur sekaliber Wim Kieft ini tentu menjadi sebuah tantangan besar bagi Maarten Paes.
Baca Juga: Rapor Pemain Timnas Indonesia di Eropa: Jay Idzes Gemilang di Italia, Maarten Paes Tumbang
Di satu sisi, ia terus mendapatkan kepercayaan untuk tampil sebagai starter, namun di sisi lain, ia harus menghadapi tekanan dan ekspektasi tinggi dari publik Belanda.
Jika skema permainan berisiko ini terus dipertahankan tanpa adanya perbaikan, bukan tidak mungkin sorotan dan tekanan terhadap Paes serta barisan pertahanan Ajax akan semakin menjadi-jadi di pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Berita Terkait
-
Maarten Paes Dianggap Tak Fasih Build Up, Dikritik Habis Legenda Ajax
-
Skandal Paspor Gate, Pemain Keturunan 'Kena Tipu' Proyek Naturalisasi Timnas Indonesia?
-
Maarten Paes Dituding Biang Kerok Buruknya Skema Build-up AFC Ajax
-
Pelatih Sukses Girona Jadi Kandidat Utama Nahkoda Maarten Paes di Ajax
-
Kenapa Maarten Paes Bisa Lolos dari Skandal Paspor Gate di Belanda?
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Review Film Back to the 90s: Sensasi Nostalgia Era Boyband yang Penuh Warna
-
BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla
-
Kabut Asap, Dinas Kesehatan Riau Siapkan 18 Ribu Masker untuk Pelalawan
-
Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan