Bola / Bola Dunia
Minggu, 12 April 2026 | 17:20 WIB
Piala Asia 2027. (Dok. AFC)
Baca 10 detik
  • Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) secara resmi membantah rumor rencana pemindahan lokasi penyelenggaraan Piala Asia 2027 dari Arab Saudi.
  • Isu perpindahan muncul karena adanya tekanan geopolitik di Timur Tengah dan upaya lobi pihak tertentu terkait pergantian tuan rumah.
  • AFC tetap berkomitmen penuh pada rencana awal dan tidak sedang melakukan diskusi terkait pencarian negara penyelenggara alternatif saat ini.

Suara.com - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menepis dengan tegas rumor yang menyebutkan adanya rencana untuk memindahkan lokasi penyelenggaraan Piala Asia 2027 dari Arab Saudi.

Bantahan ini datang setelah muncul laporan di media Australia dan Inggris mengenai potensi pergeseran tuan rumah akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Laporan tersebut menyeret nama mantan pemain Timnas Australia yang kini aktif sebagai pembela hak asasi manusia, Craig Foster.

Ia disebut tengah melobi pemerintah dan federasi sepak bola negaranya untuk mengambil alih status tuan rumah, berkaca pada kesuksesan penyelenggaraan Piala Asia Wanita yang memecahkan rekor penonton bulan lalu.

Namun, seorang sumber internal AFC yang tidak ingin disebutkan namanya telah membantah keras spekulasi tersebut.

Federasi Sepak Bola Asia (AFC) kembali membuat keputusan kontroversial menjelang babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. [Bolatimes.com]

Sumber itu mengatakan kepada Insideworldfootball bahwa hingga saat ini sama sekali belum ada diskusi dengan federasi negara mana pun mengenai perubahan status tuan rumah.

Sumber yang sama juga menegaskan bahwa AFC tidak sedang mencari tuan rumah alternatif, meskipun mereka mengakui situasi politik di kawasan tersebut terus dipantau dengan sangat cermat.

Rumor pemindahan ini memang muncul sebagai imbas dari konflik di Timur Tengah yang telah menelan ribuan korban sipil di Iran dan Lebanon, serta serangan terhadap infrastruktur penting di Arab Saudi.

Meskipun demikian, AFC tetap berkomitmen pada rencana awal. Iran dan Lebanon, dua negara yang terdampak langsung konflik, merupakan anggota penuh AFC dan diharapkan tetap berpartisipasi dengan skuad lengkap, termasuk jaminan visa tanpa batasan.

Baca Juga: Cetak 2 Gol Injury Time untuk VVV Venlo, Dean Zandbergen Kirim Sinyal Bela Timnas Indonesia

Iran bahkan telah memastikan diri lolos, sementara Lebanon hanya membutuhkan hasil imbang untuk menyusul.

Di sisi lain, upaya lobi yang dilakukan oleh Australia untuk merebut hak tuan rumah ini dinilai tidak akan mendapatkan simpati dari anggota AFC lainnya.

Bahkan seorang sumber lain menyebut langkah tersebut bisa menjadi bumerang bagi Australia sendiri.

“Akan lebih mudah untuk mengeluarkan Australia dari Asia,” kata sumber tersebut kepada Insideworldfootball dengan syarat anonim, mengisyaratkan betapa seriusnya komitmen AFC terhadap Arab Saudi sebagai tuan rumah.

Load More