- Timnas Indonesia U-17 mengandalkan Noah Leo Duvert di bawah mistar, Putu Ekayana di lini belakang, dan Dava Yunna di lini depan untuk menghadapi Malaysia.
- Skuad Garuda Muda memiliki modal performa impresif setelah menang 4-0 atas Timor Leste, sementara Malaysia harus bangkit usai kekalahan dari Vietnam.
- Kemenangan atas Malaysia sangat krusial bagi Indonesia untuk memuluskan langkah menuju fase semifinal Piala AFF U-17 2026.
Suara.com - Duel derbi serumpun antara Timnas Indonesia U-17 melawan Timnas Malaysia U-17 di Piala AFF U-17 2026 dipastikan akan berjalan dengan tensi yang sangat tinggi.
Bermain di Stadion Gelora Joko Samudro pada Kamis malam nanti, skuad Garuda Muda membawa bekal kepercayaan diri tinggi usai melumat Timor Leste dengan skor meyakinkan 4-0 di laga perdana.
Kurniawan Dwi Yulianto kini memiliki senjata rahasia di berbagai lini yang siap diturunkan untuk meredam kebangkitan Harimau Malaya dan memastikan tiga poin tetap berada di tangan tuan rumah.
1. Noah Leo Duvert: Tembok Terakhir Garuda Asia
Lini pertahanan Indonesia dipastikan akan sangat bergantung pada kedisiplinan Noah Leo Duvert yang berdiri kokoh di bawah mistar gawang.
Kiper muda berusia 16 tahun ini telah membuktikan kualitasnya dengan catatan clean sheet yang ia bukukan pada pertandingan pembuka grup lalu.
Postur tubuhnya yang jangkung memberikan keuntungan taktis dalam memenangkan duel-duel udara saat bola lambung dikirimkan oleh pemain Malaysia ke kotak penalti.
Selain keunggulan fisik, refleks cepat serta ketenangan dalam membaca arah bola menjadi kunci utama bagi Noah untuk menjaga gawang Indonesia tetap aman.
Konsistensi penampilannya akan menjadi faktor pembeda yang sangat krusial dalam menghadapi tekanan konstan dari barisan penyerang lawan di laga nanti.
Baca Juga: Cetak Brace dan Jadi Kapten, 2 Fakta Debut Putu Ekayana Bersama Timnas Indonesia U-17
2. Putu Ekayana: Bek Tengah dengan Insting Striker
Salah satu kejutan terbesar di laga pembuka adalah munculnya sosok Putu Ekayana sebagai aktor utama di lini pertahanan sekaligus keran gol tim.
Bek tengah ini mencatatkan sejarah kecil dengan memborong dua gol sekaligus, sebuah torehan yang sangat langka bagi pemain dengan posisi aslinya sebagai pengawal lini belakang.
Kemampuannya dalam memanfaatkan situasi bola mati menjadi senjata mematikan yang tidak disadari oleh tim lawan.
Selain kokoh saat memutus serangan balik, ia juga menjadi momok yang sangat berbahaya setiap kali Indonesia mendapatkan kesempatan sepak pojok maupun tendangan bebas.
Peran ganda Putu Ekayana ini diyakini akan membuat lini pertahanan Malaysia bekerja ekstra keras untuk mengawasi pergerakannya sepanjang pertandingan.
Berita Terkait
-
Timnas Myanmar U-17 Tundukkan Thailand 1-0, Puncaki Klasemen Grup B Piala AFF U-17 2026
-
Hasil Piala AFF U-17 2026: Banjir Gol, Timnas Laos Kandaskan Perlawanan Filipina
-
Kurniawan Beberkan Evaluasi Jelang Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia
-
Dihajar Vietnam, Pelatih Malaysia Beri Peringatan Keras Jelang Lawan Timnas Indonesia U-17
-
Pelatih Malaysia Ketar-ketir, Akui Kekuatan Timnas Indonesia U-17 Setara Vietnam
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Timnas Iran Tegaskan Tetap Main di Piala Dunia 2026, Skenario Playoff Darurat Batal
-
Simon Grayson Bongkar Taktik Rumit John Herdman di Timnas Indonesia
-
Eks Manajer Sunderland Ungkap Alasan Mau Gabung Timnas Indonesia
-
Jadi Korban Paspoortgate, Nathan Tjoe-A-On Anggap NAC Breda Terlalu Membesarkan Masalah
-
Arteta Gerah Terus Dikritik, Minta Fans Arsenal Nikmati Proses
-
Ngeri! Wasit Ditembak saat Pimpin Pertandingan Tarkam, Pelaku Buron
-
Kerja Sama PSSI dan FFF, Timnas Putri Indonesia U-17 akan Ditempa di Prancis
-
Real Madrid Tersingkir, Jude Bellingham: Kartu Merah Camavinga Itu Lelucon!
-
Simon Grayson Ungkap Alasan Rela Jadi Asisten Pelatih John Herdman di Timnas Indonesia
-
Polemik Paspoortgate, NAC Breda Tak Terima dan Resmi Bawa Kasus Dean James ke Pengadilan