- Jordy Wehrmann menunjukkan dedikasinya untuk membela Timnas Indonesia dengan belajar bahasa Indonesia secara otodidak bersama sang nenek yang lahir di Jakarta.
- Gelandang Madura United ini mengaku sangat siap menerima panggilan tugas negara, namun ia memastikan belum ada komunikasi resmi dari pelatih John Herdman.
- Saat ini, pemain berdarah Belanda-Indonesia tersebut memilih berhati-hati merespons rumor naturalisasi dan fokus menyelamatkan timnya dari ancaman degradasi.
Suara.com - Ambisi besar gelandang Madura United, Jordy Wehrmann, untuk membela Timnas Indonesia dibuktikan lewat dedikasinya mempelajari bahasa dan budaya leluhurnya secara otodidak.
Mantan kapten Timnas Belanda U-17 ini secara mengejutkan tampil fasih berbahasa Indonesia saat merayakan kemenangan krusial timnya atas Persebaya Surabaya pekan lalu.
Kemampuan adaptasi linguistik yang impresif tersebut seolah menjadi kode keras bagi pelatih John Herdman bahwa dirinya sangat siap menerima panggilan Timnas Indonesia.
Belajar Bahasa dari Sang Nenek
Fakta menarik terkait kelancaran berbahasa ini terungkap saat pemain berusia 27 tahun tersebut melayani sesi wawancara di mixed zone Stadion Gelora Bung Tomo pada Jumat (17/4/2026).
Gelandang berdarah Indonesia-Belanda ini dengan percaya diri meladeni rentetan pertanyaan awak media menggunakan bahasa Indonesia meski sesekali masih diselingi oleh bahasa Inggris.
Ia mengungkapkan bahwa kelancarannya dalam berkomunikasi tidak lepas dari kehadiran sang nenek yang kini tinggal bersamanya selama dua bulan terakhir.
“[Belajar bahasa Indonesia] sendiri. Nenek saya [tinggal] sama saya [sekarang], dua bulan. Saya bicara banyak bahasa Indonesia [dengannya],” kata Jordy dalam bahasa Indonesia saat mengungkapkan caranya belajarnya selama ini dikutip dari Antara.
Diketahui, darah keturunan Nusantara yang mengalir deras di dalam dirinya berasal dari jalur sang ibu.
Baca Juga: Timnas Indonesia Disebut Akan Lawan Kuwait dan Oman, Ini Respons PSSI
Sang nenek yang bernama Merie Pasman tercatat lahir di Jakarta pada tahun 1948 silam sebelum akhirnya memutuskan pindah ke Belanda pada tahun 1965.
Sikap Hati-hati Merespons Rumor Naturalisasi
Hasrat untuk segera mengenakan seragam tempur skuad Garuda sebenarnya sudah sangat lama tertanam dalam benak pemain kelahiran Den Haag, 25 Maret 1999 tersebut.
“Ya, saya siap [mendapatkan Garuda Calling]. Saya berharap mereka memanggil saya, tapi sejauh ini tidak ada. Belum,” kata Jordy soal harapannya membela tim nasional suatu hari nanti.
Meski antusiasme publik sepak bola Tanah Air sangat tinggi, Jordy memilih bersikap amat berhati-hati ketika ditanya lebih jauh mengenai progres administrasi pergantian kewarganegaraannya.
“Ini agak sulit untuk dikatakan, karena saya harus berhati-hati. Karena kadang-kadang di media banyak hal berubah, dan itu berbahaya karena mereka bisa membuat rumor. Kita tunggu saja, dan semoga segera,” kata Jordy.
Berita Terkait
-
Babak-belur di Piala AFF U-17 2026, 3 Nama Ini Bakal Join ke Timnas Indonesia U-17?
-
UPDATE Pemain Keturunan: Ragnar Oratmangoen Terancam Degradasi, Kevin Diks Imbang
-
Borong Gelar Pemain Muda Terbaik, Dony Tri Pamungkas Kian Termotivasi
-
Remuk di Piala AFF U-17, Timnas Indonesia Bakal Ketambahan 3 Pemain Diaspora untuk Piala Asia U-17
-
PR Besar Timnas Indonesia U-17 usai Gagal ke Semifinal Piala AFF U-17 2026
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan