- Persija Jakarta ditahan imbang 1-1 oleh PSIM Yogyakarta dalam laga pekan ke-29 Super League di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
- Persija mendominasi permainan dengan penguasaan bola 80 persen namun gagal meraih kemenangan akibat rendahnya efektivitas penyelesaian akhir para pemain.
- Kegagalan mengeksekusi penalti dan minimnya konversi peluang menyebabkan Persija harus puas berbagi satu poin dengan PSIM Yogyakarta pada Rabu lalu.
Suara.com - Persija Jakarta harus menelan hasil kurang memuaskan usai ditahan imbang 1-1 oleh PSIM Yogyakarta pada pekan ke-29 Super League 2025-2026.
Duel yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Rabu (22/4/2026), meninggalkan rasa kecewa bagi Macan Kemayoran yang tampil dominan sepanjang laga.
Pelatih Persija, Mauricio Souza, menilai hasil imbang ini tidak mencerminkan jalannya pertandingan.
Ia menegaskan timnya seharusnya mampu mengamankan tiga poin jika melihat dominasi permainan dan jumlah peluang yang tercipta.
“Saya melihat pertandingan tadi lawan hanya punya tiga peluang ke gawang kita dan dia bisa mencetak satu gol,” ujar Mauricio Souza selepas pertandingan.
"Sementara kita punya 25 kesempatan untuk mencetak gol lalu kita ada satu penalti yang gagal," jelasnya.
Menurut pelatih asal Brasil tersebut, perbedaan utama dalam laga ini terletak pada efektivitas.
PSIM mampu memaksimalkan peluang yang minim, sementara Persija justru gagal mengonversi banyak kesempatan menjadi gol.
Mauricio juga menegaskan bahwa hasil pertandingan adalah tanggung jawab seluruh tim, bukan individu. Ia menolak menyalahkan satu pemain atas kegagalan meraih kemenangan.
Baca Juga: Benteng Berlapis di GBLA: 3.000 Personel Siap Kawal Duel Klasik Persib Bandung vs Arema FC
“Dan saya selalu bicara bahwa kalau kalah ada kekalahan semua dan kalau menang adalah kemenangan semua,” lanjutnya.
Dari sisi permainan, Mauricio mengaku cukup puas dengan performa anak asuhnya.
Penguasaan bola yang mencapai sekitar 80 persen serta intensitas serangan dinilai sudah berjalan sesuai rencana. Namun, ia mengakui penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah besar.
“Tapi saya analisis kerja saya apa yang sudah dilakukan pemain di lapangan, kita 80 persen menguasai bola dan menembak 25 kali dan harusnya di pertandingan menang kita,” ucapnya.
Momen krusial lain datang dari kegagalan penalti Persija yang seharusnya bisa menjadi titik balik pertandingan.
Situasi tersebut semakin menegaskan masalah efektivitas yang masih menghantui tim ibu kota.
Berita Terkait
-
Benteng Berlapis di GBLA: 3.000 Personel Siap Kawal Duel Klasik Persib Bandung vs Arema FC
-
Sedang On fire, Bali United Percaya Diri Hadapi Persita Tangerang
-
BRI Super League: Menang 2-1 Atas Bhayangkara FC, Persis Terus Jauhi Zona Merah
-
Bojan Hodak Minta Pemain Persib Bandung Jangan Panik, Kenapa?
-
Gelar Juara Mulai Goyang, Umuh Muchtar Wanti-wanti Persib Bandung
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Pegawai Bank di Jember Bakar Kantor demi Tutupi Korupsi Rp3 Miliar
-
QRIS Indonesia Makin Mendunia, BI Kebut Kerja Sama Pembayaran dengan Arab Saudi dan Hong Kong
-
Cak Imin Pastikan Prabowo Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB Malam Ini: Pasti Berpidato!
-
Mesin Mobil Bergetar Saat RPM Rendah? Jangan Panik, Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya
-
Pemerintah Siapkan Otoritas Pelindungan Data Pribadi Independen, Jadi Fondasi Regulasi AI Nasional
-
Petaka di Ujung Tol Kalianda: Perjalanan Pikap Berakhir Duka, 2 Orang Tewas
-
Cabai Makin Murah, Tapi Daging Sapi dan Telur Ayam Terus Naik, Ini Update Harga Pangan
-
Ensiklopedia Digital Open Source Berbasis MediaWiki Siap Perkuat Dokumentasi Pengetahuan Indonesia
-
Kebijakan Tahan BI Rate 5,75 persen Disebut Bisa Dorong Penyaluran Kredit Perbankan
-
Flek Hitam Muncul di Usia Berapa? Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya