- Bek Timnas Indonesia, Tim Geypens, sempat terancam kariernya akibat masalah administrasi paspor usai menjalani proses naturalisasi di Belanda.
- FC Emmen akhirnya berhasil memperoleh izin tinggal sementara hingga tahun 2031 agar Geypens dapat kembali merumput secara profesional.
- Federasi Sepak Bola Belanda mewajibkan klub mengurus legalitas pemain terkait tanpa mengubah hasil pertandingan yang telah berlangsung sebelumnya.
Suara.com - Karier bek muda Timnas Indonesia, Tim Geypens, sempat berada di ujung tanduk setelah Direktur Teknik FC Emmen, Nico Haak, menyebut hidup sang pemain hancur berantakan akibat skandal Paspoorgate.
Kasus hilangnya paspor Belanda pasca-naturalisasi ini tidak hanya mengancam status hukumnya sebagai pesepak bola profesional, tetapi juga memberikan pukulan psikologis yang sangat berat bagi talenta berusia 20 tahun tersebut.
Beruntung, drama panjang yang menyeret regulasi ketat KNVB ini akhirnya menemukan titik terang setelah FC Emmen sukses mengamankan izin tinggal sementara bagi Geypens untuk kembali merumput di kasta sepak bola Belanda.
Jeritan Hati Direktur Teknik FC Emmen
Skandal administrasi yang bermula dari manuver klub rival, NAC Breda, ini memang membuat manajemen FC Emmen dan Tim Geypens benar-benar terguncang secara emosional.
Direktur Teknik FC Emmen, Nico Haak, secara terbuka mengungkapkan betapa parahnya dampak skandal ini terhadap mentalitas bek sayap potensial tersebut kepada media lokal, Dagblad van het Noorden.
"Kita berhadapan di sini dengan talenta berusia dua puluh tahun yang melihat seluruh hidupnya hancur. Itu adalah situasi yang sangat buruk. Sepenuhnya bertentangan dengan keinginan, pengetahuan, dan kesalahannya," ungkap Nico Haak.
Pihak klub sendiri terpaksa sempat memarkir Geypens dari segala aktivitas pertandingan resmi sejak 25 Maret lalu karena tersandung masalah legalitas izin kerja pasca-perubahan kewarganegaraannya.
Namun, setelah melewati serangkaian proses birokrasi yang sangat rumit, klub secara resmi mengumumkan melalui platform X bahwa sang pemain kini sudah mengantongi dokumen legal yang sah.
Baca Juga: Pluim Duga PSSI Tutup Mata Soal Risiko Paspor Pemain Naturalisasi: Ada Ambisi ke Piala Dunia
Izin Tinggal Sementara Hingga 2031
"Berkat izin tinggal sementara, yang saat ini berlaku hingga 2031 dengan opsi perpanjangan, Tim diizinkan untuk bekerja sebagai pesepak bola di Belanda lagi," tulis pernyataan resmi FC Emmen.
Kasus serupa ternyata tidak hanya menimpa Geypens, tetapi juga merugikan beberapa pemain keturunan lainnya seperti Richonell Margaret asal Suriname dan Dean James yang juga membela Timnas Indonesia.
Kedua pemain Go Ahead Eagles tersebut juga telah mendapatkan lampu hijau untuk kembali bermain pada akhir pekan ini setelah status kependudukan mereka akhirnya diselesaikan oleh klub.
Layaknya Geypens, mereka sangat bergantung pada skema permohonan penerimaan kembali atau yang dikenal secara hukum dengan istilah izin tinggal kemanusiaan tidak sementara.
Izin khusus ini memang secara legal disediakan bagi warga negara kelahiran dan keturunan Belanda yang secara teknis kehilangan kewarganegaraan Belanda akibat proses naturalisasi untuk negara lain.
Berita Terkait
-
Sempat Absen karena Masalah Paspor, Pemain Naturalisasi Indonesia Ini Jadi Starter
-
Skandal Paspor Eredivisie: Pemain Keturunan Depok Bersyukur Belum Jadi WNI
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
-
Tegaskan Komitmen Sebagai WNI, Tim Geypens Bantah Keras Isu Ingin Jadi Warga Belanda Lagi
-
Tersandung Skandal Pasporgate, Tim Geypens Menyesal Dinaturalisasi Timnas Indonesia
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!