Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 24 April 2026 | 13:39 WIB
Bhayangkara FC
Baca 10 detik
  • PSSI nyatakan gol Dewa United sah karena pemain offside tidak aktif terlibat dalam permainan.

  • Kericuhan di Stadion Citarum dipicu oleh dugaan provokasi dan tindakan kekerasan antar pemain.

  • Komdis PSSI tetap akan menjatuhkan sanksi meski kedua tim sudah sepakat untuk berdamai.

Suara.com - Komite Wasit PSSI akhirnya buka suara terkait polemik gol yang memicu kericuhan dalam laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 antara Bhayangkara FC dan Dewa United. Gol yang sempat diperdebatkan karena dugaan offside itu dipastikan sah menurut penilaian resmi wasit.

Insiden panas tersebut terjadi saat Bhayangkara FC U-20 menghadapi Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026). 

Gol kedua Dewa United yang menjadi penentu kemenangan memang sempat menuai protes keras dari kubu Bhayangkara karena dianggap berbau offside.

Bhayangkara FC menang 2-1 atas Bali United pada pekan ke-12 Super League. [Dok. IG Bhayangkara FC]

Gol krusial itu dicetak Abu Thalib melalui skema umpan terobosan ketika lini pertahanan Bhayangkara sedang bermain tinggi.

Dalam momen tersebut, salah satu pemain Dewa United berada di posisi offside, namun tidak terlibat langsung dalam permainan. Bola justru diambil oleh pemain lain yang berada dalam posisi onside sebelum akhirnya dikonversi menjadi gol.

"Berdiri dalam posisi offside bukan suatu offence, apalagi dia juga tidak melakukan intervensi kepada pemain belakang atau kiper," kata Pratap Singh kepada awak media.

Gol pembuka Dewa United ke gawang Persib Bandung picu kontroversi karena bola diduga sudah keluar lapangan. Bobotoh ramai-ramai soroti wasit dan matinya fungsi VAR. [Dok. TikTok]

"Bola diambil oleh pemain lain," sambung sosok yang menjabat sebagai Kepala Departemen Wasit PSSI saat menyampaikan materi Referee Workshop for Media.

Penjelasan tersebut diperkuat oleh Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, yang menegaskan bahwa tidak ada pelanggaran dalam proses gol tersebut.

"Kenyataannya pada situasi ini, pemain yang dinilai offside ini mengejar bola sendiri dan tidak ada pemain bertahan Bhayangkara FC (U-20) yang mendekat, sebelum bola diambil alih oleh rekannya untuk mencetak gol," ujar Ketua Komite Wasit Yoshimi Ogawa menimpali.

Baca Juga: Nasib Fadly Alberto: Antara Ancaman Sanksi Berat dan Mimpi Lanjutkan Karier

Meski sudah mendapat penjelasan, pemain Bhayangkara sempat meluapkan emosi dan melancarkan protes keras di lapangan. 

Namun, wasit tetap bergeming dan mengesahkan gol tersebut, yang membuat Dewa United unggul 2-1 hingga pertandingan berakhir.

Situasi semakin memanas ketika laga hendak dilanjutkan. Manajer Bhayangkara U-20, Yongky Pamungkas, mengungkapkan bahwa timnya sebenarnya telah menerima keputusan wasit. 

Namun, menurutnya, aksi provokasi dari pemain Dewa United memicu keributan lanjutan.

Salah satu pemain Dewa United disebut melakukan pemukulan terhadap pemain Bhayangkara sebelum melarikan diri ke arah bench. 

Insiden itu memancing emosi para pemain Bhayangkara yang kemudian melakukan pengejaran hingga ke pinggir lapangan.

Load More