- Frans Putros menargetkan kemenangan bagi Persib Bandung dalam lima laga sisa demi menjuarai BRI Super League 2025/2026.
- Persib Bandung akan menghadapi Bhayangkara FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda pada Kamis, 30 April 2026 mendatang.
- Meskipun bersaing ketat dengan Borneo FC, Persib tetap memimpin klasemen dan bertekad menyapu bersih seluruh laga tersisa.
Suara.com - Bek Persib Bandung, Frans Putros, bertekad membawa timnya meraih poin penuh dalam lima laga tersisa di BRI Super League 2025/2026.
Pemain Timnas Irak itu menilai setiap pertandingan sangat krusial, mengingat Persib tengah bersaing ketat dalam perburuan gelar juara.
Meski demikian, Putros memilih fokus menghadapi laga terdekat, yakni melawan Bhayangkara FC pada pekan ke-30.
Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Kamis (30/4/2026).
"Kami menatap laga demi laga. Sekarang kami bertemu Bhayangkara di laga tandang dan kami harus menang," ujar Putros.
Persib dan Borneo FC Bersaing Ketat
Hingga pekan ke-29, Persib masih memimpin klasemen dengan koleksi 66 poin. Namun, posisi Maung Bandung terus ditempel ketat Borneo FC yang memiliki poin sama.
Putros menegaskan, Persib masih memegang kendali penuh dalam perebutan gelar juara.
Dengan lima pertandingan tersisa, ia menargetkan timnya mampu menyapu bersih seluruh laga.
Baca Juga: Bek Persib Akui Peluang Jadi Juara Super League 2025/2026 Sangat Berat
"Meski poin sama, kami masih nomor satu. Kami punya lima pertandingan tersisa. Kami harus memenangkan setiap pertandingan. Jadi, semuanya masih ada di tangan kami," katanya.
Fokus Satu Laga dalam Satu Waktu
Putros mengaku tidak terbebani dengan persaingan di papan atas. Baginya, Persib hanya perlu menjaga konsistensi hingga akhir musim.
Ia kembali menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah mengalahkan Bhayangkara FC.
"Sekarang ada lima pertandingan tersisa. Laga berikutnya melawan Bhayangkara adalah yang terpenting, dan kami harus memenangkannya," tegas pemain bernomor punggung 55 tersebut.
Kontributor : Rahman
Berita Terkait
-
Misi Wajib Menang, Persib Bandung Enggan Gegabah Lawan Bhayangkara FC
-
Siap Beri Kejutan, Paul Munster Tegaskan Bhayangkara FC Sudah Pelajari Kekuatan Persib
-
Persib Krisis! Dua Pilar Utama Tumbang Jelang Lawan Bhayangkara FC, Bojan Hodak Putar Otak
-
Bojan Hodak Waspadai Kebangkitan Bhayangkara FC: Persib Tak Akan Mudah Menang
-
Marc Klok Sesumbar Persib Bandung Wajib Sikat Bhayangkara, Tak Ada Kata Seri
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Dugaan Korupsi Rp46 Miliar, Kantor Sekretariat KPU Morowali Digeledah Kejaksaan
-
Kemendagri Bekali Pranata Humas di Era AI, Strategi Komunikasi Pemerintahan Lawan Disinformasi
-
Novel Spammer, Berawal dari Teror Digital Berubah Menjadi Teror Fisik Nyata
-
Prabowo Singgung Peluang Destry Jadi Gubernur BI: Terserah DPR Nanti
-
Komisi II DPR Usul Skema Gaji Baru untuk Kepala Daerah, Ada Reward dan Punishment
-
Jangan Asal Foto! Pemkot Jogja Bongkar Masalah di Balik Plang Malioboro Portable
-
Daftar Lengkap 90 Kajari Baru Pilihan Jaksa Agung, Cek Siapa Nahkoda Baru di Daerahmu
-
Masif OTT Bupati di Berbagai Daerah, KPK Tegaskan Tak Punya Target Khusus
-
Senjakala Traffic: Selamat Datang Era GEO dan Ambisi Invisible Media 5.0
-
Merasa Tak Bersalah tapi Divonis 2 Tahun Penjara, Abdul Wahid: Penuh Rekayasa