- Hossam Hassan adalah striker legendaris Mesir yang memulai karier profesionalnya pada tahun 1984 bersama klub Al Ahly.
- Ia memimpin Mesir di Piala Dunia 1990 dengan menahan imbang Belanda serta mempersembahkan tiga trofi Piala Afrika.
- Hassan kini memegang rekor 69 gol internasional dan menjabat sebagai pelatih kepala untuk Timnas Mesir saat ini.
Suara.com - Ketika membicarakan Timnas Mesir saat ini, nama Mohamed Salah tentu menjadi yang pertama terlintas. Namun, jauh sebelum era bintang Liverpool tersebut, ada satu nama yang telah lebih dulu mengukir sejarah emas dan membawa Mesir berjaya yakni Hossam Hassan.
Hossam Hassan diakui sebagai salah satu pemain terhebat dalam sejarah sepak bola Mesir.
Ia adalah seorang striker predator dengan karakter permainan yang agresif, jiwa kepemimpinan yang kuat, dan insting gol yang luar biasa tajam.
Kariernya dimulai di klub raksasa Mesir, Al Ahly pada tahun 1984. Penampilan konsistennya di sana membawanya merantau ke Eropa, di mana ia sempat membela klub Yunani, PAOK Salonika dan klub Swiss, Neuchatel Xamax.
Meskipun petualangannya di Eropa terbilang singkat, ia kembali ke Mesir untuk kembali menjadi legenda.
Ia sempat bermain untuk sejumlah klub besar seperti Zamalek dan Al-Ain, sebelum akhirnya gantung sepatu pada tahun 2008 di Ittihad Alex.
Di level tim nasional, prestasinya bahkan lebih mentereng. Ia sukses mempersembahkan tiga trofi Piala Afrika untuk negaranya, sebuah pencapaian yang luar biasa.
Momen Ikonik Piala Dunia
Puncak karier dan momen paling ikonik Hossam Hassan di panggung dunia terjadi pada perhelatan Piala Dunia 1990 di Italia.
Saat itu, ia menjadi andalan utama lini depan yang memimpin Mesir tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak tahun 1934.
Baca Juga: Profil Timnas Swiss: Red Devils Bisa Jadi Mimpi Buruk di Piala Dunia 2026
Di turnamen tersebut, Mesir tergabung dalam grup neraka bersama Belanda, Republik Irlandia, dan Inggris.
Namun, di bawah kepemimpinan Hassan, mereka tampil sangat kompetitif. Momen paling dikenang adalah ketika Mesir secara mengejutkan berhasil menahan imbang raksasa Belanda 1-1.
Hasil ini dianggap sebagai salah satu kejutan terbesar turnamen, mengingat skuad Belanda saat itu dihuni oleh para pemain bintang kelas dunia.
Penampilan ngotot dan disiplin dari Hassan dan rekan-rekannya sukses mengangkat nama sepak bola Mesir di mata dunia.
Meskipun tidak mencetak gol di turnamen tersebut, perannya sebagai pemimpin serangan sangatlah vital. Semangat juang dan pressing agresifnya menjadi ciri khas yang tak terlupakan.
Warisan Hossam Hassan
Hingga saat ini, Hossam Hassan masih tercatat sebagai top skor sepanjang masa Timnas Mesir dengan koleksi 69 gol.
Berita Terkait
-
Strategi Amir Ghalenoei, Boyong Timnas Iran Lebih Awal ke Amerika Serikat Sebelum Kick-Off
-
Luis de la Fuente Ungkap Kondisi Lamine Yamal, Spanyol Waswas Jelang Piala Dunia 2026
-
Panduan Lengkap Piala Dunia 2026: Format Baru 48 Tim, Jadwal, dan Pembagian Grup
-
Timnas Uzbekistan Mau Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Fabio Cannavaro Panggil 40 Pemain
-
Timnas Indonesia U-17 Bisa Segel Tiket ke Piala Dunia, Ini Hitung-hitungannya
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Borneo FC Ancam Persib, Koldo Obieta Ungkap Modal Pesut Etam Rebut Juara Super League!
-
Strategi Amir Ghalenoei, Boyong Timnas Iran Lebih Awal ke Amerika Serikat Sebelum Kick-Off
-
Thom Haye Sesumbar Jelang Persija vs Persib: Kami Datang untuk Menang dan Jadi Juara!
-
Luis de la Fuente Ungkap Kondisi Lamine Yamal, Spanyol Waswas Jelang Piala Dunia 2026
-
Lawan Persib di Samarinda, Mauricio Souza Sebut Persija Tak Diuntungkan
-
Panduan Lengkap Piala Dunia 2026: Format Baru 48 Tim, Jadwal, dan Pembagian Grup
-
Timnas Uzbekistan Mau Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Fabio Cannavaro Panggil 40 Pemain
-
Timnas Indonesia U-17 Bisa Segel Tiket ke Piala Dunia, Ini Hitung-hitungannya
-
Stadion Etihad Ganti Nama Jelang Manchester City vs Brentford, Kenapa?
-
Profil Timnas Swiss: Red Devils Bisa Jadi Mimpi Buruk di Piala Dunia 2026