- Amerika Serikat sukses menjadi tuan rumah Piala Dunia 1994 dengan rekor 3,6 juta penonton yang memicu lahirnya liga MLS.
- Brasil menjuarai Piala Dunia 1994 setelah mengalahkan Italia melalui drama adu penalti di babak final yang sangat ikonik.
- Turnamen tahun 1994 diwarnai skandal doping Diego Maradona serta rekor lima gol dalam satu laga oleh Oleg Salenko.
Namun kekalahan 0-1 dari Rumania membuat mereka finis di posisi ketiga grup dan harus menghadapi Brasil di babak 16 besar.
Pada 4 Juli 1994, AS menghadapi Brasil di Stanford Stadium.
Meski Brasil sempat bermain dengan 10 orang akibat kartu merah, Amerika gagal mencetak gol dan tersingkir setelah kalah tipis 0-1.
Brasil Akhiri Puasa Gelar 24 Tahun
Piala Dunia 1994 akhirnya menjadi panggung kejayaan Brasil.
Dipimpin duet maut Romário dan Bebeto, Selecao sukses merebut gelar dunia keempat mereka.
Brasil mengalahkan Italia di final yang berlangsung di Rose Bowl.
Setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit, laga harus ditentukan lewat adu penalti untuk pertama kalinya dalam sejarah final Piala Dunia.
Momen paling ikonik terjadi ketika legenda Italia, Roberto Baggio, gagal mengeksekusi penalti terakhir setelah tendangannya melambung tinggi di atas mistar.
Baca Juga: Hitung Mundur Piala Dunia 2026: 550 Juta Penonton untuk Satu Pertandingan?
Kegagalan itu memastikan Brasil menjadi juara dunia pertama mereka sejak era Pelé pada 1970.
Maradona Dipulangkan, Salenko Cetak Rekor Gila
Piala Dunia 1994 juga dipenuhi drama besar. Salah satunya datang dari legenda Argentina, Diego Maradona.
Setelah mencetak gol ikonik ke gawang Yunani, Maradona dipulangkan dari turnamen akibat gagal tes doping.
Insiden itu menjadi salah satu skandal terbesar dalam sejarah Piala Dunia.
Sementara itu, striker Rusia, Oleg Salenko, mencetak rekor luar biasa dengan lima gol dalam satu pertandingan melawan Kamerun.
Tag
Berita Terkait
-
Hitung Mundur Piala Dunia 2026: 550 Juta Penonton untuk Satu Pertandingan?
-
Profil Timnas Paraguay: Generasi Baru La Albirroja Bakal Unjuk Gigi di Piala Dunia 2026
-
Hinaan Homofobik, Prestianni Terancam Absen Bela Argentinadi Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Lamine Yamal Absen di La Liga Demi Fokus Pemulihan Cedera untuk Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Amerika Serikat: Tuan Rumah Piala Dunia yang Siap Jawab Ekspektasi Publik
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Alasan Presiden FA Palestina Ogah Salaman dengan Utusan Israel di Depan FIFA
-
Hitung Mundur Piala Dunia 2026: 550 Juta Penonton untuk Satu Pertandingan?
-
Profil Timnas Paraguay: Generasi Baru La Albirroja Bakal Unjuk Gigi di Piala Dunia 2026
-
Hinaan Homofobik, Prestianni Terancam Absen Bela Argentinadi Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Lamine Yamal Absen di La Liga Demi Fokus Pemulihan Cedera untuk Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Amerika Serikat: Tuan Rumah Piala Dunia yang Siap Jawab Ekspektasi Publik
-
Syarat Mutlak Iran Ikut Piala Dunia 2026, Amerika Serikat Harus Menjamin Tidak Ada Penghinaan
-
Kapten Persita Diincar Klub Elit Brunei, Bakal Duet dengan Ramadhan Sananta?
-
Potret Suram Okupansi Hotel Amerika Serikat Jelang Piala Dunia 2026
-
Kans Angkat Trofi Tersisa 1 Persen, Misi Persija Kini Gagalkan Persib Juara Super League