- Mustapha Hadji memulai karier profesional di AS Nancy pada 1991 sebelum memperkuat berbagai klub internasional ternama.
- Hadji menjadi sosok kunci tim nasional Maroko dengan mencatatkan 64 penampilan serta tampil dalam dua Piala Dunia.
- Performa gemilang pada Piala Dunia 1998 mengantarkan Hadji meraih penghargaan Pemain Terbaik Afrika di tahun yang sama.
Suara.com - Nama Mustapha Hadji mulai mencuri perhatian publik sepak bola dunia pada era 1990an sebagai salah satu gelandang serang terbaik yang dimiliki Afrika.
Lahir dari latar belakang Prancis-Maroko, Hadji memulai karier profesionalnya bersama AS Nancy pada 1991.
Selama lima musim, ia tampil konsisten dan mencatatkan 31 gol, angka yang cukup tinggi untuk pemain di posisi gelandang.
Gaya bermainnya yang kreatif, gesit, dan memiliki insting menyerang membuatnya direkrut oleh Sporting CP pada 1996. Namun, petualangannya di Portugal tidak berlangsung lama.
Setelah hanya semusim, Hadji melanjutkan kariernya ke Spanyol dengan bergabung ke Deportivo La Coruna yang saat itu tengah berkembang di La Liga.
Kariernya kemudian berlanjut dengan memperkuat sejumlah klub seperti Coventry City, Aston Villa, RCD Espanyol, hingga Al Ain FC sebelum akhirnya pensiun di CS Fola Esch.
Di level internasional, Hadji menjadi sosok kunci bagi Timnas Maroko. Ia mengoleksi 64 caps dengan torehan 12 gol, serta tampil dalam dua edisi Piala Dunia FIFA bersama Singa Atlas.
Momen Ikonik di Piala Dunia
Puncak performa Hadji terjadi pada Piala Dunia 1998. Saat itu, Maroko tergabung di Grup A bersama Brasil, Norwegia, dan Skotlandia.
Mereka tampil kompetitif dengan satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.
Baca Juga: Jose Mourinho Coret Spanyol, Jagokan Dua Negara Ini Bertemu di Final Piala Dunia 2026
Hadji menjadi motor permainan tim sepanjang fase grup. Salah satu momen yang paling dikenang adalah gol indahnya ke gawang Timnas Norwegia, yang menunjukkan kualitasnya sebagai playmaker kelas dunia lewat kontrol bola dan penyelesaian yang cerdas.
Meski gagal melaju ke fase gugur karena hasil di pertandingan lain, performa Hadji tetap menuai pujian luas dan mengangkat namanya ke panggung global.
Warisan Mustapha Hadji
Empat tahun setelah gantung sepatu, tepatnya pada 2014, Hadji kembali ke tim nasional sebagai asisten pelatih di bawah arahan Herve Renard.
Kolaborasi tersebut berhasil membawa Maroko kembali tampil di Piala Dunia 2018 setelah penantian panjang selama dua dekade.
Selain itu, Hadji juga menjadi inspirasi bagi generasi baru pemain Maroko yang kini bersinar di level internasional.
Ia bahkan pernah meraih penghargaan Pemain Terbaik Afrika 1998, mempertegas statusnya sebagai salah satu legenda terbesar sepak bola Maroko serta Afrika.
Berita Terkait
-
Profil Timnas Pantai Gading: Generasi Baru Gajah Afrika Siap Mengguncang Piala Dunia 2026
-
Sambut Piala Dunia 2026, Lay's Buat Euforia Nobar Makin Meriah
-
Indra Sjafri Hingga Bambang Pamungkas Bakal Ramaikan Tayangan Piala Dunia 2026
-
Piala Dunia 2026: Henry Ramal Argentina, Prancis, dan Spanyol Mendominasi, Siapa Juaranya?
-
Matthias Sindelar: Mozart Sepak Bola Austria yang Pernah Guncang Piala Dunia
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok
-
PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia
-
Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
-
Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram
-
Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026
-
Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura
-
UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS
-
Saksi Kunci di Kasus Febrie Belum Dilindungi LPSK, Kejagung Pantau Terus Keamanan Ferry Boboho