-
Marc Klok membidik kemenangan lawan Persija sebagai kado untuk dukungan masif dari Bobotoh.
-
Sesi latihan Persib di GBLA dipadati ribuan suporter dengan atmosfer flare dan spanduk.
-
Kapten Persib menyebut dukungan kali ini adalah yang terbaik selama lima tahun terakhir.
Suara.com - Skuad Persib Bandung mengusung misi membawa pulang poin penuh dari markas Persija Jakarta pada pekan ke-32.
Target kemenangan tersebut menjadi komitmen utama pemain untuk mengapresiasi loyalitas pendukung setia mereka, Bobotoh.
Pertarungan sengit bertajuk El Clasico Indonesia ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, akhir pekan ini.
Gairah juara semakin membara setelah ribuan suporter memadati sesi latihan terakhir tim di Stadion GBLA.
Aksi pembakaran flare dan bentangan spanduk raksasa menciptakan atmosfer latihan yang menyerupai pertandingan resmi sesungguhnya.
Kapten Persib, Marc Klok, mengaku sangat terkesan dengan pemandangan luar biasa yang ditunjukkan oleh para pendukung.
Ia menilai antusiasme kali ini merupakan yang paling megah selama setengah dekade pengabdiannya bersama Maung Bandung.
"Ini luar biasa mungkin ini paling bagus selama lima tahun saya di Persib. Hari ini paling bagus dan sangat keren," kata Marc Klok.
Kehadiran massa tersebut memberikan energi tambahan bagi mental bertanding para penggawa Pangeran Biru sebelum terbang ke Kalimantan.
Baca Juga: Jakarta Tak Dapat Izin, Venue Persija vs Persib Resmi Dipindah ke Samarinda
Pemain naturalisasi ini merasa terharu dengan pengorbanan suporter yang datang dari berbagai pelosok daerah.
"Terima kasih untuk semua yang hadir, untuk semua yang kasih motivasi tinggi dan saya sangat apresiasi itu," tegas pemain yang berposisi sebagai gelandang ini.
Atmosfer magis di stadion juga mengejutkan beberapa pemain asing yang baru merasakan musim perdana di tanah air.
Klok bercerita bahwa rekan setimnya membandingkan fanatisme ini dengan klub-klub besar di Brasil maupun Turki.
"Ya banyak yang bilang ini tidak ada klub punya atmosfer seperti ini mungkin di Brazil atau Galatasaray atau apapun. Tapi ini sangat spesial dan semua pemain sangat apresiasi hari ini," ucapnya.
Hal ini membuktikan bahwa kultur sepak bola Bandung memiliki daya tarik yang mendunia bagi para pesepakbola profesional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard