-
Jakmania memprotes ajakan Marc Klok yang meminta Bobotoh datang ke laga di Samarinda.
-
PSSI didesak memberikan sanksi tegas kepada pihak yang melanggar regulasi larangan suporter tamu.
-
Supporter Persija mempertanyakan komitmen keamanan dan keadilan terkait lokasi pertandingan di luar Jawa.
Suara.com - The Jakmania resmi mendesak Ketua Umum PSSI untuk menindak tegas pernyataan kapten Persib yang memicu kerawanan.
Langkah ini diambil setelah Marc Klok secara terbuka mengundang pendukung tim tamu hadir dalam laga berisiko tinggi.
Kehadiran penonton lawan di Samarinda dinilai melanggar regulasi Liga yang telah disepakati sejak awal musim.
Tensi panas duel klasik ini dikhawatirkan memicu gesekan fisik karena hubungan kedua basis massa yang belum harmonis.
Protes tersebut merupakan upaya menjaga stabilitas sepak bola nasional yang sedang dalam masa transisi perbaikan rivalitas.
Ketua Umum Jakmania, Diky Budi Ramadhan, secara resmi menandatangani surat protes yang dilampiri bukti pernyataan pemain.
Pihak suporter Macan Kemayoran menganggap narasi yang dibangun sang pemain sangat berbahaya bagi keselamatan di lapangan.
Melalui surat tersebut, Jakmania secara tegas menyampaikan poin-poin keberatan mereka kepada otoritas tertinggi sepak bola Indonesia.
"Kami mempertanyakan sikap PSSI atas pernyataan dari Marc Klok yang bersifat provokatif tersebut," bunyi petikan protes tersebut.
Baca Juga: Persija Bakal Serasa Main Kandang di Samarinda, Mauricio Souza Andalkan Kekuatan Jakmania
"Mengingat bahwa pertandingan antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung adalah pertandingan dengan risiko tinggi dan sudah sedari awal ditegaskan oleh I-League selaku penyelenggara liga bahwa suporter tamu dilarang untuk hadir."
Selain protes, Jakmania mendesak Komite Disiplin untuk tidak tutup mata terhadap aksi pemain yang mengabaikan aturan.
Pernyataan di media sosial dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap semangat sportivitas yang sedang dibangun bersama.
"Atas adanya pernyataan provokatif tersebut, kami meminta PSSI untuk memberikan tindakan tegas kepada seluruh provokator yang dapat mencederai kembali nilai-nilai sportivitas," tegas Jakmania.
"Saat ini kami sedang mengupayakan perbaikan rivalitas, dan provokasi sekecil apapun, akan dapat membahayakan proses tersebut."
Situasi ini semakin pelik karena Persija tidak bertanding di markas asli mereka sendiri melainkan di Kalimantan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati