-
Serikat pekerja California mengadu ke Jaksa Agung terkait pelanggaran privasi data oleh FIFA.
-
Proses akreditasi Piala Dunia 2026 berisiko memicu target operasi deportasi oleh agen ICE.
-
Ribuan pekerja Stadion SoFi terpaksa menyerahkan data sensitif demi mempertahankan pekerjaan mereka.
Suara.com - Proses akreditasi Piala Dunia 2026 memicu krisis privasi serius bagi ribuan pekerja di Stadion SoFi, California.
Ribuan staf lapangan kini terancam oleh potensi pengawasan ketat dari otoritas imigran federal akibat pengumpulan data pribadi.
Kebijakan FIFA mewajibkan penyerahan informasi sensitif yang diduga melanggar Undang-Undang Privasi Konsumen California (CCPA).
Langkah hukum telah diambil oleh serikat UNITE HERE Local 11 melalui pengaduan resmi kepada Jaksa Agung California.
Kekhawatiran utama muncul karena data kewarganegaraan dan alamat rumah dapat disalahgunakan untuk target operasi keamanan.
Para pekerja dipaksa menyerahkan nomor jaminan sosial hingga negara kelahiran sebagai syarat mutlak bekerja di turnamen.
"FIFA sekarang membahayakan para pekerja di AS yang memungkinkan penyelenggaraan Piala Dunia terjadi," bunyi kutipan dalam pengaduan tersebut dikutip dari FOX.
Sistem akreditasi ini dianggap menciptakan dilema antara kebutuhan mencari nafkah dan perlindungan hak asasi manusia.
"Proses akreditasi FIFA bertentangan dengan hukum California dan slogan 2026 bahwa 'Sepak Bola Menyatukan Dunia'. Pekerja stadion adalah tulang punggung pengalaman Piala Dunia bagi penggemar — mereka dengan bangga menyiapkan makanan, menyajikan minuman, dan membersihkan stadion," tegas serikat tersebut.
Baca Juga: Mario Kempes, Mesin Gol Timnas Argentina yang Pernah Mengguncang Liga Indonesia
Prosedur tersebut mewajibkan persetujuan pembagian data kepada pihak ketiga untuk kepentingan pemeriksaan latar belakang keamanan secara menyeluruh.
Pihak FBI mengonfirmasi bahwa Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menjadi mitra utama dalam memverifikasi data akreditasi.
Intervensi lembaga federal ini meningkatkan ketakutan akan kehadiran agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) di lokasi pertandingan.
"Proses ini telah menempatkan pekerja stadion dalam ikatan yang mustahil karena harus memilih antara mata pencaharian mereka dan hak privasi mereka di bawah hukum California," jelas pernyataan resmi UNITE HERE.
Meskipun peran pastinya belum dipastikan, Direktur Pelaksana ICE Todd Lyons menyebut lembaganya memegang peran kunci dalam keamanan turnamen.
Serikat pekerja kini menuntut jaminan publik bahwa agen imigrasi tidak akan berkeliaran di area Stadion SoFi selama laga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Polisi Buru 2 Otak Perusakan Kabel Optik Pademangan, Dibayar Rp1 Juta untuk Jegal Pesaing
-
Geger Pistol dan CD Porno di Sekolah Harapan Ibu: 580 Siswa PJJ; Yayasan Lapor KPAI dan DPR
-
3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
-
Promo Indomaret Terbaru Hari Ini 9 Agustus 2026, Susu dan Perlengkapan Balita Diskon Besar
-
6 Skin Tint yang Cocok untuk Kulit Kering dan Dehidrasi, Hasil Makeup Lebih Nyatu
-
Alur Gila 'The Scarecrow': Trauma Lama, Pembunuh Berantai dan Misteri Gelap
-
Jorge Messi Wafat, Lionel Messi Pimpin Prosesi Perpisahan dengan Penjagaan Ketat
-
5 Fakta Mengejutkan Temuan 995 Senjata dan CD Porno di Sekolah Swasta Jaksel
-
Kata-kata Ole Romeny Usai Cetak Gol, Pelatih PSV Dibuat Naik Pitam
-
Mengenal Kerajinan 'Anam Kepang', Esensi Edukatif yang Mati Ditelan Zaman