Bola / Bola Dunia
Minggu, 10 Mei 2026 | 07:35 WIB
Timnas Iran (FIFA)
Baca 10 detik
  • Iran menuntut jaminan keamanan dan visa bagi seluruh anggota tim untuk Piala Dunia 2026.

  • Tuntutan muncul akibat ketegangan militer Iran dengan Amerika Serikat serta sekutunya baru-baru ini.

  • Federasi Iran menegaskan tidak akan mengabaikan prinsip ideologi negara demi berkompetisi di turnamen.

Di lain pihak, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, sempat memberikan pernyataan bahwa para pesepak bola Iran pada dasarnya disambut baik.

Namun, Rubio memberikan peringatan keras bahwa AS tetap berhak melarang masuknya anggota delegasi yang terbukti memiliki afiliasi kuat dengan IRGC.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mencoba menenangkan suasana dengan menjamin bahwa jadwal pertandingan Iran di Amerika Serikat tetap berjalan sesuai rencana awal.

Berdasarkan hasil undian, Iran yang dijadwalkan bermarkas di Tucson, Arizona, akan bersaing di Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.

Laga perdana tim berjuluk Team Melli ini rencananya akan digelar di Los Angeles pada pertengahan Juni tahun depan melawan Selandia Baru.

Krisis partisipasi Iran berakar dari ketegangan geopolitik yang meningkat tajam setelah Amerika Serikat dan Israel terlibat konfrontasi militer dengan Iran pada awal tahun 2024.

Situasi semakin rumit karena Kanada secara resmi menetapkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai organisasi terlarang, yang berdampak pada pembatasan mobilitas pejabat olahraga Iran.

Hingga saat ini, sepak bola menjadi medan pertempuran diplomasi terbaru antara blok Barat dan Iran di tengah persiapan ajang olahraga terbesar di dunia.

Baca Juga: Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis

Load More