- Pelatih John Herdman menjadikan Piala Asia 2027 sebagai ajang persiapan krusial menuju target lolos Piala Dunia 2030.
- Timnas Indonesia tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand berdasarkan hasil undian di Riyadh, Arab Saudi.
- Persaingan melawan tim elite Asia bertujuan mengasah mental pemain serta memperkecil kesenjangan kualitas demi kemajuan tim nasional.
Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan Piala Asia 2027 menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang menuju Piala Dunia 2030. Ia mengaku tidak gentar menghadapi Jepang di fase grup.
Menurut pelatih asal Inggris tersebut, turnamen ini menjadi ajang penting untuk mengasah mental dan menambah pengalaman para pemain.
Tantangan Berat di Grup F
Berdasarkan hasil undian di Riyadh, Arab Saudi, Minggu (10/5/2026) dini hari WIB, Timnas Indonesia tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand.
Jepang saat ini menjadi tim Asia dengan peringkat FIFA tertinggi. Qatar berstatus juara bertahan usai menjuarai Piala Asia 2019 dan 2023, sementara Thailand dikenal sebagai kekuatan utama Asia Tenggara.
Herdman menilai persaingan ketat di Grup F justru akan membantu perkembangan timnya.
“Piala Asia sangat sesuai dengan tujuan jangka panjang Indonesia karena kami harus mulai terbiasa bermain di luar Indonesia. Ini langkah penting yang harus kami ambil,” ujarnya.
Fokus Tutup Kesenjangan Kualitas
Mantan pelatih Timnas Kanada di Piala Dunia 2022 itu menekankan pentingnya menghadapi lawan berkualitas agar pemain berkembang lebih cepat.
Baca Juga: Bongkar Masterplan John Herdman untuk Piala Asia 2027: Padukan Bintang Lokal dan Diaspora Eropa!
“Kami harus terbiasa menghadapi lawan yang lebih kuat dan memperkecil jarak dengan Jepang maupun Qatar,” kata Herdman.
Ia mengakui masih ada kesenjangan kualitas antara Indonesia dan negara-negara elite Asia. Karena itu, pengalaman di level tertinggi dinilai krusial jika Garuda ingin tampil di Piala Dunia 2030.
“Ini kesenjangan yang harus kami tutup jika ingin lolos ke Piala Dunia 2030,” tegasnya.
Proses Jangka Panjang Menuju 2030
Herdman juga menekankan bahwa pembangunan tim membutuhkan waktu dan konsistensi. Ia ingin para pemain terbiasa bermain di bawah tekanan tinggi agar lebih matang menghadapi laga besar.
“Seiring waktu, kami harus belajar meraih hasil positif melawan lawan kuat. Seluruh persiapan ini diarahkan menuju 2030,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Jadi Rival di Piala Asia 2027, Eks Pelatih Real Madrid: Timnas Indonesia Telah Berkembang
-
Derbi ASEAN di Piala Asia 2027, Herdman Tuntut Timnas Indonesia Tampil Total Lawan Thailand
-
Timnas Indonesia vs Jepang, Ujian Kelayakan Lolos Piala Dunia 2030
-
Kurniawan Dwi Yulianto Yakin Jepang Punya Celah, Timnas Indonesia U-17 Tak Mau Menyerah
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Satu Kemenangan Lagi! Bintang Timnas Indonesia Calvin Verdonk di Ambang Pintu Liga Champions
-
Soroti Keputusan Wasit, Mauricio Souza Murka Persija Dipermalukan Persib
-
Analisis Sisa Jadwal Arsenal dan Manchester City di Penghujung Liga Inggris, Siapa Juara?
-
Bojan Hodak Merendah Usai Persib Bungkam Persija, Singgung Faktor Keberuntungan
-
Jadi Rival di Piala Asia 2027, Eks Pelatih Real Madrid: Timnas Indonesia Telah Berkembang
-
Carles Puyol Beri Pandangan soal Rumor Alessandro Bastoni ke Barcelona
-
Ukir Sejarah bersama Como, Cesc Fabregas: Kami Bukan Milan, Inter, Juventus atau Napoli
-
Calvin Verdonk Berpotensi Thiago Motta pada Musim Depan
-
Rekor! Lionel Messi Lampaui 100 Kontribusi Gol Tercepat Sepanjang Sejarah MLS
-
Marie-Louise Eta Cetak Sejarah, Pelatih Wanita Pertama yang Menang di Liga Top Eropa