- Cesc Fabregas membawa Como 1907 mencetak sejarah lolos ke kompetisi Eropa pertama kali setelah mengalahkan Hellas Verona.
- Kemenangan 1-0 atas Hellas Verona pada hari Minggu memastikan Como menempati posisi enam besar klasemen Serie A.
- Pencapaian ini diraih hanya dalam waktu dua tahun sejak klub tersebut berhasil promosi dari ajang Serie B.
Suara.com - Pelatih asal Spanyol, Cesc Fabregas, mengaku sangat bangga setelah berhasil membawa Como 1907 lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Como memastikan tiket Eropa usai menang 1-0 atas Hellas Verona pada laga Serie A, Minggu. Gol tunggal kemenangan dicetak Anastasios Douvikas yang membuat Como dipastikan tidak akan finis lebih rendah dari posisi keenam klasemen.
Hasil tersebut memastikan Como minimal tampil di Europa Conference League musim depan. Namun, mereka masih berpeluang lolos ke Europa League bahkan Champions League dengan dua laga tersisa musim ini.
Keberhasilan tersebut terasa semakin spesial karena tepat dua tahun lalu Como baru promosi dari Serie B.
Pada musim pertamanya kembali ke kasta tertinggi Italia, Fabregas sukses membawa Como finis di papan tengah. Kini, pelatih asal Spanyol itu membawa klub mencetak sejarah baru.
"Saya sangat bahagia dan bangga hari ini," kata Fabregas kepada DAZN.
"Dua tahun lalu hari ini kami promosi ke Serie A dan sekarang kami lolos ke Eropa. Tim, klub, dan para suporter semuanya berkembang. Sulit dijelaskan dengan kata-kata. Kami akan mengingat hari ini dua puluh tahun ke depan," lanjtnya.
"Sekarang, dengan media sosial, semuanya berjalan sangat cepat dan tekanannya besar. Anda harus menikmati momen ini. Saya bahkan tidak ingat berapa banyak trofi yang pernah saya menangkan, tetapi masih banyak hal yang akan datang. Sekarang kami masih memiliki dua pertandingan lagi dan kita lihat apakah kami bisa terbang lebih tinggi," tuturnya menambahkan.
Como termasuk salah satu klub dengan pengeluaran terbesar di Italia dalam bursa transfer musim panas serta menjadi klub paling agresif pada jendela transfer musim dingin 2025.
Baca Juga: Juventus Tundukkan Lecce 1-0 Berkat Aksi Dusan Vlahovic yang Amankan Posisi 3 Besar Liga Italia
Meski begitu, Fabregas tetap mendapat banyak pujian berkat gaya permainan atraktif yang diterapkannya bersama tim.
"Ada banyak pertandingan sepanjang musim, kami tidak selalu bisa bermain dengan cara yang sama," ujar Fabregas.
"Banyak suporter hari ini mengirim pesan kepada saya dan mengingatkan saat kami masih bermain di Serie D. Kami bukan Milan, Inter, Juventus atau Napoli. Kami adalah tim sederhana dan kami ingin menikmati momen ini," imbuhnya.
Fabregas sebelumnya berencana terbang ke Spanyol untuk menyaksikan El Clasico antara Barcelona melawan Real Madrid.
Namun, perayaan keberhasilan Como lolos ke Eropa tampaknya membuat mantan gelandang Barcelona itu mulai berubah pikiran.
"Saya punya penerbangan pukul 17.30, saya belum tahu apakah akan pergi menonton El Clasico atau tidak. Saya akan memutuskannya dalam setengah jam lagi," tutup Fabregas.
Berita Terkait
-
Juventus Tundukkan Lecce 1-0 Berkat Aksi Dusan Vlahovic yang Amankan Posisi 3 Besar Liga Italia
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Cesc Fabregas Puji Sosok Asal Indonesia di Tengah Isu Latih Chelsea
-
AS Roma Hajar Fiorentina 4-0, Persaingan Tiket Liga Champions Memanas
-
Inter Milan Juara! Cristian Chivu Dedikasikan Gelar Scudetto untuk Para Pendahulu
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Manchester United Siapkan Rp2 Triliun Kejar Tanda Tangan Gelandang Dortmund
-
Kimmich Soroti Kesalahan Fatal Jerman usai Dikalahkan Ekuador di Piala Dunia 2026
-
Arema FC Pertahankan Adi Satryo dan Gianluca, Siapkan Empat Kiper untuk Super League 2026/2027
-
4 Fakta Menarik Ketangguhan Turki Menjegal Dominasi Amerika Serikat di Piala Dunia 2026
-
Yuto Nagatomo Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Jadi Pemain Asia Pertama Tampil di 5 Edisi
-
Jerman Tumbang dari Ekuador di Piala Dunia 2026, Julian Nagelsmann Murka Soroti Disiplin Pemain
-
Jepang Ukir Rekor Spesial di Piala Dunia 2026 Usai Lolos ke Babak 32 Besar
-
Klasemen Akhir Grup E Piala Dunia 2026: Jerman Juara Grup, Pantai Gading Cetak Sejarah
-
Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Jepang Hadapi Brasil, Belanda Tantang Maroko
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?