-
Lionel Messi menyebut Lamine Yamal sebagai pemain terbaik di antara generasi baru sepakbola.
-
Lamine Yamal resmi mewarisi nomor punggung sepuluh milik Messi di FC Barcelona.
-
Messi mengonfirmasi hubungan rasa hormat tetap terjaga di tengah rivalitasnya dengan Cristiano Ronaldo.
Selain membahas masa depan, Messi juga menyempatkan diri untuk mengenang masa keemasan saat dirinya membela Barcelona di bawah asuhan Pep Guardiola.
Kala itu, Messi terlibat dalam persaingan sengit dengan Cristiano Ronaldo yang menjadi ikon Real Madrid dalam setiap laga El Clásico.
Persaingan tersebut tidak hanya terjadi di level kolektif untuk trofi klub, tetapi juga dalam perebutan status pemain terbaik secara individu.
"Itu adalah rivalitas olahraga yang hebat. Kami memperjuangkan segalanya, baik sebagai tim maupun secara individu. Jadi orang-orang selalu membandingkan kami. Namun hubungan kami selalu baik dan saling menghormati," kata Messi.
Messi juga meluruskan persepsi publik mengenai hubungan personalnya dengan bintang asal Portugal tersebut yang sering dianggap tegang oleh media.
Meskipun selalu bersaing ketat di lapangan hijau, Messi menegaskan bahwa tidak ada permusuhan personal antara dirinya dan Ronaldo.
Keduanya memang jarang menghabiskan waktu bersama karena jadwal kompetisi yang padat serta loyalitas terhadap klub masing-masing.
"Kami tidak sering berpapasan di luar pertandingan dan upacara penghargaan, tetapi ketika kami bertemu, kami berhubungan baik," ungkapnya mengenai hubungannya dengan CR7.
Pernyataan ini menunjukkan sisi humanis dari dua pemain yang telah mendominasi sejarah sepakbola selama hampir dua dekade terakhir.
Baca Juga: Lionel Messi Blak-blakan: Argentina Favorit Juara Piala Dunia 2026 tapi 6 Tim Ini Ancaman Serius
Kini, Messi lebih memilih untuk menikmati peran barunya sebagai pengamat sambil memberikan bimbingan bagi para pemain muda.
Sejak kepergian emosional Lionel Messi dari Barcelona pada musim panas 2021 karena kendala finansial klub, raksasa Spanyol ini terus berupaya membangun kembali identitas teknis mereka di lapangan.
Penemuan Lamine Yamal dari akademi La Masia dianggap sebagai berkah besar yang mengembalikan harapan para penggemar untuk melihat kembali magis pemain nomor sepuluh di lapangan.
Pengakuan Messi terhadap Yamal dalam peluncuran iklan Piala Dunia Adidas ini menjadi momentum simbolis serah terima estafet dari pemain terbaik dunia kepada calon bintang masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Wagub Surya: Majukan Pendidikan Nias Barat Butuh Kolaborasi Semua Pihak
-
Dihadiri Ustaz Maulana, Pengajian TP-PKK di Masjid Nurul Wathon Sedot Perhatian Warga Lintas Daerah
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan Besok 12 Agustus 2026, Hoki Ada di Depan Mata
-
Ulah Pemuda Perusak Bendera Merah Putih di Bantul Berbuntut Panjang, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Seukuran Paspor dan Bobot 201 Gram, Galaxy Z Fold8 Terasa Lebih Praktis Dibawa
-
Viral Video Lafalkan Al Quran demi Miras, Polisi Mulai Panggil Pihak Terkait
-
BRIN Ungkap Peran Katalis dalam Mendorong Efisiensi Industri, Benarkah Bisa Hemat Energi?
-
Jangan Beli Tiket Kereta di Aplikasi KAI, Lagi Eror Hingga Jam 11 Malam
-
Indonesia Emas 2045: Mungkinkah Berinovasi jika Sewa Rumah Saja Cemas?
-
Nyamar Mirip Truk DLH, Perusahaan Pembuang Sampah Ilegal di Cilincing Kena Sanksi Rp10 Juta