- Kiper Sonny Stevens memutuskan bergabung dengan Dewa United setelah kontraknya di OFI Crete berakhir pada waktu lalu.
- Kepindahan Stevens ke Indonesia terlaksana berkat koneksi personal dengan pelatih kiper asal Belanda, Sjoerd Woudenberg.
- Keputusan tersebut memberikan dampak positif karena Stevens kini menjadi bagian penting dalam skuad utama Dewa United.
Suara.com - Kiper Dewa United, Sonny Stevens, mengungkapkan bahwa keputusannya berkarier di Indonesia tak lepas dari peran penting seorang pelatih kiper asal Belanda.
Ia menyebut tanpa koneksi tersebut, kemungkinan besar ia tidak akan menerima tawaran bermain di Liga Indonesia.
Stevens datang ke Indonesia setelah menyelesaikan kontraknya bersama OFI Crete. Saat itu, ia tengah mempertimbangkan langkah berikutnya dalam kariernya.
Faktor Kedekatan Jadi Penentu
Menurut kiper berusia 33 tahun itu, panggilan dari Sjoerd Woudenberg menjadi titik awal kepindahannya ke Dewa United FC.
Ia mengaku sempat terkejut karena jarak Indonesia dan Eropa sangat jauh. Namun, keberadaan staf pelatih yang sudah ia kenal membuatnya lebih percaya diri mengambil keputusan.
Stevens juga menegaskan bahwa saat itu ia belum mengenal pelatih kepala Jan Olde Riekerink secara personal. Ia hanya mengetahui bahwa sang pelatih berasal dari Belanda.
“Semuanya terasa lebih dekat karena ada staf asal Belanda,” ujar Sonny kepada Voetbal Primeur, dikutip pada Selasa (12/5/2026).
Ia menambahkan, tanpa pendekatan tersebut, ia mungkin tidak akan mempertimbangkan tawaran itu.
Baca Juga: Bojan Hodak Merendah Usai Persib Bungkam Persija, Singgung Faktor Keberuntungan
Keputusan yang Berbuah Positif
Meski sempat berpikir panjang, Stevens menyebut kepindahannya ke Indonesia sebagai salah satu keputusan terbaik dalam kariernya.
Ia kini menjadi bagian penting dari skuad Dewa United dan menikmati tantangan baru di Asia.
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa faktor relasi dan komunikasi personal dapat berperan besar dalam perjalanan seorang pemain profesional.
Berita Terkait
-
Arema FC Bidik Sapu Bersih Kemenangan di Dua Laga Terakhir BRI Super League 2025/2026
-
Ribut-ribut Pemain Setelah Duel Persija vs Persib, PSSI Belum Berani Ambil Sikap
-
Aturan Penentuan Juara Super League Jika Poin Persib dan Borneo FC Sama, Maung Bandung Diuntungkan
-
Persijap Jepara Lolos dari Degradasi, Pemain Berharga Rp 6,95 Miliar Ungkap Isi Hati
-
Soroti Keputusan Wasit, Mauricio Souza Murka Persija Dipermalukan Persib
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Sheet Mask atau Toner Dulu? Ini Urutan yang Benar agar Skincare Menyerap Maksimal
-
Dana Pemerintah Ditarik, Perbankan Hadapi Tekanan Likuiditas Ekstra
-
Rumah Sakit Cali Kolombia Runtuh Usai Gempa, Pasien Bayi hingga Anak-anak Terjebak
-
Apa Persamaan dan Perbedaan Gempa Bumi Venezuela dan Kolombia?
-
Emiten AVIA Tegaskan Kepatuhan Persaingan Usaha KPPU
-
111 Orang Tewas Usai Gempa Bumi Besar Kolombia, Rumah Sakit Hancur
-
Arkeologi Italia Geger! Bangkai Kapal Romawi Kuno Ditemukan di Lepas Pantai Sisilia
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal