-
Persib Bandung resmi dijatuhi denda Rp3,5 miliar oleh AFC akibat kericuhan suporter.
-
Total denda yang harus dibayar klub musim ini mencapai angka Rp4,6 miliar.
-
Maung Bandung dilarang menggelar laga kandang dengan penonton pada musim kompetisi mendatang.
Suara.com - Persib Bandung terpaksa menelan pil pahit setelah otoritas sepak bola Asia menjatuhkan hukuman finansial yang sangat fantastis. Vonis ini muncul menyusul kegagalan manajemen dalam menjaga kondusivitas stadion saat melakoni kompetisi antarklub kasta kedua Asia.
Efek domino dari kerusuhan di tribun kini mengancam stabilitas operasional klub akibat akumulasi denda yang terus membengkak. Klub kebanggaan Jawa Barat ini sekarang berada dalam pengawasan ketat setelah melakukan rentetan pelanggaran sepanjang musim berjalan.
Hukuman terbaru ini mewajibkan manajemen menyetor dana sekitar Rp3,5 miliar kepada pihak federasi. Selain beban uang, Pangeran Biru dilarang menghadirkan pendukung pada dua laga kandang musim depan dengan skema penangguhan sebagian.
Sanksi disiplin ini ditetapkan secara resmi oleh AFC pada Rabu, 13 Mei 2026, merujuk pada insiden kontra Ratchaburi.
"Sanksi dan denda ini diputuskan AFC pada Rabu (13/5) atas pertandingan melawan Ratchaburi," tulis pernyataan dalam laporan tersebut.
Laga yang berlangsung pada 18 Februari 2026 itu berakhir kelabu setelah kerusuhan pecah sesaat setelah wasit meniup peluit panjang. Vonis ini menjadi catatan terburuk bagi tim Indonesia selama berkiprah di kasta AFC Champions League Two musim ini.
Ketegasan AFC kali ini merupakan akumulasi karena Persib tercatat sudah melakukan lima kali pelanggaran regulasi yang berbeda.
Sebelumnya, pada Oktober 2025, denda perdana sebesar Rp33 juta muncul hanya gara-gara persoalan penomoran kursi penonton.
Ketidaktertiban kembali terulang saat menjamu Selangor FC yang berujung pada denda US$26.250 atau sekitar Rp436 juta bagi klub.
Baca Juga: Ambisi Hattrick Juara Persib: Dedi Kusnandar Siap Jadi 'Tumbal' Taktik Bojan Hodak di Dua Laga Sisa!
Pelanggaran saat itu meliputi aksi menyalakan suar (flare) hingga pelemparan benda keras ke dalam area lapangan pertandingan.
Kondisi semakin memburuk setelah laga melawan Bangkok United yang membuat pundi-pundi klub berkurang lagi sebesar Rp503 juta.
Catatan sembilan suar yang menyala serta akses keluar stadion yang tidak steril menjadi poin pemberat hukuman dari AFC.
Bahkan saat bertandang ke markas Ratchaburi, perilaku suporter tetap terpantau menyimpang hingga memicu denda tambahan Rp148 juta.
Vonis tersebut merupakan peringatan keempat bagi manajemen sebelum akhirnya denda miliaran rupiah dijatuhkan pada Mei ini.
"Dengan kata lain, selama musim 2025/2026 ini AFC lima kali menjatuhi sanksi dan denda kepada Persib," ungkap rincian data disiplin.
Secara keseluruhan, Maung Bandung harus mengalokasikan dana total Rp4,6 miliar hanya untuk membayar denda atas perilaku non-teknis.
Rangkaian sanksi ini bermula dari ketidakmampuan penyelenggara memenuhi standar infrastruktur dan keamanan yang ditetapkan AFC sejak fase grup dimulai.
Persib Bandung sebenarnya tengah berupaya mengukir prestasi di level Asia, namun terganjal oleh masalah kedisiplinan suporter dan manajemen stadion.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali