-
Emil Audero tampil apik membantu Cremonese menang 1-0 atas tuan rumah Udinese.
-
Cremonese masih tertahan di zona degradasi meski meraih tambahan tiga poin krusial.
-
Laga pamungkas melawan Como menjadi penentu nasib Cremonese bertahan di Serie A.
Suara.com - Penampilan heroik penjaga gawang Timnas Indonesia, Emil Audero, sukses membawa Cremonese memetik poin penuh di markas Udinese. Namun, kemenangan tipis tersebut belum mampu mengeluarkan klub dari bayang-bayang turun kasta pada musim depan.
Gol cepat Jamie Vardy pada menit kesembilan di Stadion Friuli menjadi satu-satunya pembeda dalam laga krusial ini. Tambahan tiga angka ini membuat Cremonese kini mengantongi total 34 poin dari 33 pertandingan.
Meskipun memenangkan pertandingan sengit tersebut, posisi Cremonese masih tertahan di peringkat ke-18 klasemen sementara. Mereka terpaut satu angka dari Lecce yang berada di area aman setelah menang atas Sassuolo.
Emil Audero terpilih sebagai pemain terbaik setelah menorehkan rating impresif sebesar 8,1 dalam laga fital tersebut. Mantan kiper Juventus itu tercatat melakukan dua penyelamatan krusial demi menjaga keunggulan timnya.
Sepanjang musim ini, kiper pinjaman dari Como tersebut sudah membukukan 11 clean sheet dari 33 penampilan. Rekor tersebut menjadikannya salah satu penjaga gawang paling konsisten di papan bawah Serie A.
Meskipun sudah kebobolan 46 kali, sang penjaga gawang andalan sukses menggagalkan dua dari lima eksekusi penalti. Performa impresif ini bahkan membuatnya berhasil masuk dalam jajaran Best XI Serie A sebanyak tiga kali.
Penentuan nasib Cremonese untuk bertahan di kompetisi tertinggi Italia akan terjadi pada pekan terakhir musim ini. Cremonese dijadwalkan menjamu Como, sementara rival terdekat mereka Lecce akan menghadapi tantangan dari Genoa.
Emil Audero menegaskan bahwa hasil positif ini harus menjadi suntikan moral yang besar bagi rekan setimnya. Pemain berusia 29 tahun tersebut meminta seluruh elemen tim melupakan hasil laga lain dan fokus.
"Kegembiraan hari ini adalah kegembiraan yang campur aduk. Kita harus melihat sisi positifnya karena kita memainkan pertandingan yang hebat dan berat. Segala sesuatunya berjalan buruk bagi kita, tetapi kita tidak bisa mengendalikannya. Apa yang bisa kita kendalikan, kita kendalikan. Kita menang dengan bermain sebaik mungkin," tutur Emil Audero di laman resmi Cremonese.
Baca Juga: Timnas Indonesia Panggil Pemain InggrisAustralia untuk TC Piala AFF U-19 2026
Audero mengingatkan lini pertahanan untuk tidak lengah karena Como memiliki kualitas serangan yang sangat berbahaya. Motivasi tinggi dan mental petarung menjadi modal utama yang wajib dibawa ke lapangan nanti.
"Seknow kita harus mengerahkan seluruh kemampuan kita di pertandingan terakhir, terutama fokus pada diri kita sendiri. Yang terpenting adalah memainkan pertandingan dengan keinginan dan semangat kompetitif yang tinggi. Como memiliki kualitas, tetapi kita harus melakukan bagian kita," tandas mantan kiper Juventus dan Inter Milan itu.
Manajemen Cremonese sendiri terus memberikan kepercayaan penuh bagi Audero pascapulih dari cedera yang sempat membekapnya. Pengalaman matangnya di liga domestik diharapkan mampu menjadi pembeda di laga pamungkas yang sangat menentukan.
Cremonese mengalami periode sulit sejak awal musim kompetisi Serie A 2025/2026 bergulir di Italia. Ketidakstabilan performa di laga kandang membuat mereka terus terjebak di zona merah klasemen liga.
Perekrutan Emil Audero sebagai pemain pinjaman sejatinya berhasil memperkokoh sektor pertahanan dari gempuran musuh. Kini, nasib keberlanjutan klub di kasta tertinggi sepenuhnya berada di tangan mereka sendiri pekan depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Gelar Manchester City Bukan Jaminan Juara, Pep Guardiola Tuntut Fokus Penuh Lawan Bournemouth
-
Kondisi Terkini PLTN Barakah UEA Usai Kebocoran Radiasi Nuklir Setelah Diterjang Bom Drone
-
Antoine Semenyo Yakin Ghana Bisa Kejutkan Tim-tim Besar di Piala Dunia 2026
-
Akhiri Spekulasi, Diego Simeone Pastikan Bertahan di Atletico Madrid Musim Depan
-
Jose Mourinho Akui Ada 'Sesuatu' dengan Real Madrid, Keputusan Dibuat Pekan Ini
-
Sandy Walsh Menggila Cetak Brace, Antar Buriram United ke Final Jelang Bela Timnas Indonesia
-
Gagal Total di Real Madrid, Apakah Xabi Alonso Sosok yang Tepat untuk Chelsea?
-
Wayne Rooney Cedera Pergelangan Tangan usai Tepis Tendangan Jordan Pickford
-
Pamitan dengan Atletico Madrid, Antoine Griezmann Minta Maaf Pernah Gabung Barcelona
-
Pep Guardiola Minta Manchester City Tak Cepat Puas Usai Raih Dua Gelar Domestik