-
Pep Guardiola secara resmi mengucapkan selamat kepada Arsenal yang berhasil mengunci gelar juara Liga Inggris.
-
Hasil imbang melawan Bournemouth memastikan Manchester City gagal mengejar selisih empat poin dari Arsenal.
-
Musim ini dirumorkan menjadi akhir dedikasi Pep Guardiola di Etihad Stadium setelah meraih 20 trofi.
Suara.com - Dominasi Manchester City di Premier League Liga Inggris akhirnya runtuh setelah diterpa berbagai krisis internal yang tak terbendung sepanjang musim. Keberhasilan rival terberat mereka dalam mengunci takhta juara menjadi penanda transisi kekuatan baru yang gagal diantisipasi oleh sang petahana.
Pelatih Manchester City, Joseph Pep Guardiola, secara jantan langsung melayangkan apresiasi tinggi atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh Arsenal. Ketangguhan strategi lawan dinilai menjadi pembeda utama dalam konsistensi perburuan poin hingga mendekati pekan krusial.
"Selamat kepada Arsenal, Mikel Arteta dan staf dan penggemarnya untuk Liga Premier ini, itu sangat pantas," kata Pep Guardiola dalam laman resmi Manchester City, Rabu.
Kegagalan mempertahankan mahkota juara ini sekaligus memicu spekulasi kuat mengenai keretakan momentum di internal The Citizens. Badai cedera yang menghantam pilar-pilar penting disinyalir menjadi akar runtuhnya konsistensi permainan mereka.
Meskipun harus merelakan trofi lepas dari genggaman, arsitek taktik asal Spanyol tersebut tetap memuji daya juang Erling Haaland dan kolega. Skuad Manchester City dinilai telah mengerahkan seluruh kemampuan terbaik untuk memangkas jarak poin yang semakin melebar.
"Pada saat yang sama, selama karier manajer saya ini adalah salah satu tahun di mana kami berjuang paling banyak dengan hal-hal luar biasa yang tidak bisa kami kendalikan. Kami selalu ada dan tidak pernah menyerah," kata dia.
Ketidakmampuan mengendalikan faktor-faktor eksternal di luar lapangan diakui menjadi pelajaran paling berharga bagi jajaran tim pelatih. Kegagalan musim ini memaksa manajemen klub untuk mengevaluasi kedalaman skuad demi menyongsong kompetisi mendatang.
Guardiola menegaskan bahwa standar untuk memenangkan kompetisi seketat Premier League kini telah jauh meningkat. Timnya dituntut untuk mengumpulkan poin yang jauh lebih masif jika ingin kembali mendominasi di masa depan.
"Kami belajar banyak musim ini. Apa yang harus kami lakukan untuk menang. Kami harus memenangkan banyak poin, kami harus have keuntungan jika tidak ada situasi yang tidak bisa dikendalikan," imbuhnya.
Baca Juga: Mikel Arteta Bawa Arsenal Juara di Situ Ada Peran Wanita Tercantik Spanyol Lorena Bernal
Sinyalemen berakhirnya era keemasan kini membayangi publik Etihad Stadium seiring mencuatnya isu kepindahan sang manajer legendaris. Kehilangan figur sentral ini berpotensi mengubah peta kekuatan sepak bola Inggris secara radikal pada musim depan.
Kepastian Arsenal merengkuh gelar juara terjadi setelah mereka sukses mengamankan total 82 poin dari 37 laga yang telah dimainkan. Keunggulan empat poin tersebut sudah tidak mungkin lagi dikejar oleh Manchester City yang tertahan di posisi runner-up.
Langkah krusial Manchester City untuk memperpanjang napas terhenti secara tragis saat bertamu ke markas Bournemouth. Hasil imbang 1-1 dalam laga pekan ke-37 tersebut secara otomatis menutup peluang matematis mereka.
Musim ini juga dirumorkan menjadi babak penutup dari pengabdian panjang Guardiola bersama rival sekota Manchester United tersebut. Juru taktik visioner ini dilaporkan siap menyudahi masa baktinya pasca-mempersembahkan total 20 trofi bergengsi di seluruh ajang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Spanyol Usung Misi Balas Dendam saat Jumpa Portugal di 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Prancis Dapat Kabar Buruk! Tchouameni Absen Lawan Paraguay Buntut Cedera Paha
-
Portugal Penuh Keraguan Jelang Hadapi Spanyol di 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Prancis vs Paraguay: Les Bleus Tak Hanya Lawan Albirroja, tapi Juga Suhu 38 Derajat
-
Hasil Piala Dunia 2026: Sontekan Maut Jhon Arias Bawa Kolombia Singkirkan Ghana
-
Argentina Salahkan Lapangan usai Susah Payah Kalahkan Tanjung Verde
-
Pelatih Tanjung Verde Bangga Hiu Biru Bikin Argentina Susah Payah di Piala Dunia 2026
-
Robi Darwis Bongkar Alasan Tinggalkan Persib demi Arema FC
-
Lionel Messi Cetak 3 Rekor Gila saat Bantu Argentina Singkirkan Tanjung Verde
-
Cristiano Ronaldo Punya Pelatih Baru di Al Nassr