News / Nasional
Selasa, 19 Mei 2026 | 21:55 WIB
Koordinator Media GPCI, Harfin Naqsyabandy, dalam konferensi pers di Jatipadang, Jakarta Selatan. [Suara.com/Adiyoga]
Baca 10 detik
  • Dua WNI kembali ditangkap tentara Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 pada Selasa, 19 Mei 2026.
  • Total tujuh dari sembilan relawan asal Indonesia kini telah ditahan setelah sebelumnya lima WNI ditangkap pada Senin.
  • Rombongan yang ditahan rencananya akan dibawa ke Pelabuhan Ashdod, Israel, namun nasib mereka saat ini belum diketahui secara pasti.

Suara.com - Jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap tentara Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 kembali bertambah.

Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengumumkan dua WNI kembali ditangkap pada Selasa (19/5/2026).

"Dua WNI kembali diculik oleh Zionis Israel," kata Koordinator Media GPCI, Harfin Naqsyabandy, dalam konferensi pers di Jatipadang, Jakarta Selatan.

Mereka yang ditangkap adalah Herman Budianto Sudarsono dan Ronggo Wirasanu, yang berlayar menuju Gaza menggunakan Kapal Zapyro.

Dengan demikian, total tujuh dari sembilan WNI yang ikut dalam rombongan Global Sumud Flotilla 2.0 kini telah ditahan oleh Israel.

Iluatrasi kapal-kapal yang ikut terlibat dalam Global Sumud Flotilla untuk Gaza, Palestina. (ANTARA/Anadolu/py)

Hanya dua WNI yang masih melanjutkan pelayaran, yakni Asad Aras Muhammad dan Hendro Prasetyo, yang berada di Kapal Ksar Sadabad.

Sebelumnya, lima WNI telah lebih dulu ditangkap pada Senin, 18 Mei 2026.

Kelima WNI tersebut adalah Thoudy Badai Rifan Billah, Andre Prasetyo Nugroho, dan Rahendro Herubowo dari Kapal Ozgurluk, serta Andi Angga Prasadewa dari Kapal Josef dan Bambang Noroyono dari Kapal BoraLize.

Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut terkait nasib para WNI yang ditahan.

Baca Juga: Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel

Baru beredar kabar bahwa rombongan tersebut akan dibawa ke Pelabuhan Ashdod di Israel.

Load More