- DPP GRIB Jaya membantah aksi pengepungan di rumah Ahmad Bahar, Cimanggis, guna meminta klarifikasi konten bernada fitnah.
- Kedatangan anggota GRIB Jaya di lokasi dilakukan secara persuasif dengan didampingi aparat kepolisian dan perangkat desa.
- Permasalahan antara GRIB Jaya dan Ahmad Bahar akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi di Polres Metro Depok.
Suara.com - DPP GRIB Jaya buka suara soal kabar penggerudukan rumah penulis sekaligus pemilik akun TikTok @pecimiringg_, Ahmad Bahar, yang ramai menjadi sorotan di media sosial.
Organisasi yang dipimpin Hercules Rosario Marshal itu membantah keras tudingan adanya aksi pengepungan hingga penyanderaan dalam peristiwa tersebut.
Kabid Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual, mengklaim kedatangan sejumlah anggota Satgas GRIB Jaya ke rumah Ahmad Bahar di Cimanggis, Depok, Jawa Barat dilakukan untuk meminta klarifikasi atau tabayun terkait konten video yang dinilai menyerang Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal.
“DPB GRIB Jaya menegaskan bahwa narasi yang menyebutkan adanya ‘pengepungan massa’ terhadap rumah Ahmad Bahar sangat berlebihan dan tidak mencerminkan fakta di lapangan,” kata Marcel dalam keterangannya kepada Suara.com, Senin (18/5/2026).
Menurut klaim Marcel, langkah tersebut dilakukan secara persuasif dan bukan aksi intimidasi seperti yang ramai dibicarakan di media sosial.
“Kedatangan perwakilan Satgas murni dilakukan secara persuasif untuk melakukan klarifikasi (tabayun) atas konten video pelaku yang secara terbuka melempar tantangan, fitnah, dan narasi ofensif yang merendahkan martabat Ketua Umum kami, Bapak H. Hercules Rosario Marshal,” ujarnya.
GRIB Jaya juga mengklaim seluruh proses di lapangan dilakukan secara terbuka dengan pengawasan aparat lingkungan dan kepolisian setempat. Mereka membantah adanya tindakan melawan hukum, termasuk isu penyanderaan yang sempat viral.
“Faktanya, sejak awal kedatangan tim di lokasi hingga proses koordinasi, seluruhnya dikawal dan didampingi langsung oleh Ketua RW setempat bahkan terdapat aparat kepolisian sebagai representasi aparat lingkungan dan menghormati hukum,” tutur Marcel.
Dalam klarifikasinya, Marcel menyebut pihaknya sebenarnya meminta Ahmad Bahar hadir ke kantor DPP GRIB Jaya untuk meluruskan persoalan secara langsung di hadapan Hercules. Namun, menurut dia, Ahmad Bahar justru meninggalkan lokasi dan tidak bisa dihubungi.
Baca Juga: Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya
“Sangat disayangkan, Ahmad Bahar justru memilih melarikan diri, mematikan telepon genggam, dan tidak bertanggung jawab,” katanya.
Marcel juga menegaskan bahwa persoalan tersebut tetap akan dikawal melalui jalur hukum. Sebab, GRIB Jaya mengaku telah mengumpulkan bukti digital terkait dugaan doxing dan intimidasi siber yang menyeret nama Hercules.
“DPP GRIB Jaya memastikan bahwa seluruh persoalan ini—baik konten provokasi maupun jaringan pelaku doxing—akan tetap dikawal secara tegas melalui mekanisme hukum formal di Kepolisian Republik Indonesia,” tegasnya.
Damai
Sementara, Kapolsek Cimanggis Kompol Jupriono mengatakan persoalan antara kedua pihak itu telah di selesaikan secara kekeluargaan di Polres Metro Depok.
“Mereka telah menyelesaikan di Polres Metro Depok,” kata Jupriono saat dikonfirmasi Suara.com.
Sebelumnya, kabar rumah Ahmad Bahar didatangi sejumlah anggota GRIB Jaya ramai menjadi perbincangan publik setelah muncul narasi bahwa anak perempuan Ahmad Bahar sempat ikut dibawa saat ayahnya dicari.
Narasi itu memicu reaksi luas di media sosial dan memunculkan tudingan adanya intimidasi terhadap keluarga Ahmad Bahar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT ke-81 RI, BRI Perluas Dampak Ekonomi Lewat 8 Kontribusi bagi Negeri
-
Wajah Berubah Jadi Kusam? Ini 6 Cara Memilih Shade Skin Tint yang Tidak Gampang Oksidasi
-
Pertanian RI Paling Produktif, Nomor Dua di Dunia
-
Dari UMKM hingga Pekerja Migran, Ini 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia
-
Senin 17 Agustus, Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah 68 Orang, 213 Terluka
-
Semarak HUT ke-81 RI, Ini 8 Kontribusi BRI dalam Mendorong Kemajuan Negeri
-
SBY Minta Maaf Absen Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Ungkap Alasan Jalani Check-Up di Mayo Clinic AS
-
81 Tahun Indonesia Merdeka, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat 8 Kontribusi Utama
-
Rupiah Lagi Berotot di HUT RI, Bergerak di Level Rp17.798
-
Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan, BRI Hadirkan 8 Kontribusi untuk Ekonomi Indonesia