Gervane Kastaneer, striker Persib Bandung. (Instagram/gervanek33))
Baca 10 detik
- Gervane Kastaneer resmi dipanggil pelatih Dick Advocaat masuk skuad Timnas Curacao untuk putaran final Piala Dunia 2026.
- Penyerang berusia 29 tahun ini sempat memperkuat klub Persib Bandung dan Persis Solo sebelum berkarier di Malaysia.
- Keberhasilan Kastaneer membuktikan bahwa kompetisi Liga Indonesia mampu menjaga kualitas performa pemain untuk bersaing di level internasional.
Hingga Maret 2026, ia tercatat mengoleksi sembilan gol dan dua assist dari 27 penampilan bersama negaranya.
Bukti Daya Saing Liga Indonesia
Keberhasilan Kastaneer menembus skuad Piala Dunia 2026 menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola Indonesia.
Hal tersebut sekaligus mematahkan anggapan bahwa pemain asing yang berkarier di Liga Indonesia akan mengalami penurunan performa.
Faktanya, kompetisi domestik yang semakin kompetitif justru mampu menjaga kualitas permainan dan kebugaran pemain di level internasional.
Publik Tanah Air kini menantikan aksi Kastaneer bersama Curacao di ajang sepak bola paling bergengsi tersebut.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Marc Klok Dipastikan Absen Lawan Persijap Jepara
-
I.League Umumkan Nominasi Penghargaan Super League 2025/2026: Borneo FC dan Persib Mendominasi
-
4 Fakta Skuad Timnas Brasil di Piala Dunia 2026, Magis Neymar Hingga Ancelotti Effect
-
Persib Bandung Siaga Penuh Jelang Laga Penentu Juara, Bobotoh Diminta Tertib di GBLA
-
Bek Persib Bandung Masuk Skuad Timnas Irak di Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Lulus S2 di Semarang, WN Afghanistan Malah Dideportasi Gara-Gara Bikin Restoran
-
Tolic Wanti-wanti Rival: Ketika Semua Menyatu, Persib Bakal Jadi Tim Luar Biasa
-
Cari Bibit Unggul, Ratu Tisha Puji Festival Sepak Bola Rakyat di 5 Kota
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp488,49 Miliar, ISAT dan ANTM Banyak Dijual
-
Masa TNI Disuruh Masak?: Gatot Nurmantyo Kritik Masifnya Militer di Program MBG dan Kopdes
-
Lahir di Tengah Cuaca Panas Ekstrem, Bayi Gajah Sumatera di Padang Sugihan Dapat Perawatan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Bukan Modifikasi Cuaca, BMKG Jelaskan Penyebab Hujan yang Guyur Jakarta Hari Ini
-
Ulasan Novel Halaman Terakhir, Ketika Kekuasaan Dapat Membungkam Keadilan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan