- Serikat pekerja di Stadion SoFi Los Angeles mengancam mogok kerja jika ICE terlibat dalam ajang Piala Dunia 2026.
- Pekerja menuntut FIFA menjaga kerahasiaan data pribadi mereka agar tidak dibagikan kepada pihak imigrasi maupun badan intelijen.
- Ancaman mogok kerja muncul menjelang delapan pertandingan Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Stadion SoFi tersebut.
Suara.com - Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat kembali diwarnai kontroversi.
Kali ini, para pekerja di Stadion SoFi, Los Angeles, mengancam mogok kerja jika agen Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) diterjunkan selama turnamen berlangsung.
Ancaman tersebut disampaikan serikat pekerja UNITE HERE Local 11 yang mewakili sekitar 2.000 pekerja sektor hospitality di stadion tersebut.
Para pekerja menilai kehadiran ICE akan menciptakan rasa takut bagi pekerja maupun suporter selama ajang sepak bola terbesar dunia itu digelar.
Stadion SoFi, yang selama Piala Dunia akan menggunakan nama Los Angeles Stadium, dijadwalkan menjadi tuan rumah delapan pertandingan termasuk laga pembuka timnas Amerika Serikat pada 12 Juni 2026.
Salah satu pekerja stadion, Isaac Martinez, menegaskan pihaknya tidak ingin bekerja dalam tekanan akibat operasi imigrasi.
Isaac menyebut para pekerja siap melakukan aksi mogok jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
“ICE seharusnya tidak memiliki peran dalam pertandingan ini. Kami tidak ingin hidup dalam ketakutan saat datang bekerja atau takut ditahan ketika pulang,” kata Martinez dilansir dari Al Jazeera.
Selain menolak keterlibatan ICE, para pekerja juga menyoroti proses akreditasi FIFA yang meminta data pribadi pekerja menjelang turnamen. Mereka meminta FIFA tidak membagikan informasi tersebut kepada lembaga imigrasi maupun intelijen.
Baca Juga: Daftar Top Skor Piala Dunia Sepanjang Sejarah, Kylian Mbappe Incar Rekor Baru di 2026
“Kami meminta FIFA untuk tidak membagikan informasi kami kepada ICE, negara asing, atau badan intelijen,” ujar pekerja lainnya, Yolanda Fierro.
Aksi protes tersebut mendapat dukungan dari politisi Partai Demokrat California, Tom Steyer.
Tom mempertanyakan alasan keterlibatan ICE dalam event olahraga internasional seperti Piala Dunia.
“Bisakah seseorang menjelaskan apa hubungan ICE dengan Piala Dunia? Tidak ada,” kata Steyer.
Kontroversi ini muncul di tengah kebijakan imigrasi ketat pemerintahan Presiden Donald Trump.
ICE sebelumnya menjadi sorotan setelah sejumlah operasi penggerebekan imigrasi menuai kritik dari kelompok hak asasi manusia di berbagai kota di Amerika Serikat.
Piala Dunia 2026 sendiri akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan format baru yang melibatkan 48 negara peserta.
Berita Terkait
-
Daftar Top Skor Piala Dunia Sepanjang Sejarah, Kylian Mbappe Incar Rekor Baru di 2026
-
Ancelotti Lebih Pilih Neymar, Joao Pedro: Mimpi Saya Tampil di Piala Dunia Dihancurkan
-
Dipanggil ke Skuad Piala Dunia 2026, Neymar Harus Patuhi 3 Tuntutan dari Carlo Ancelotti
-
Cerita Eks Striker Persib Masuk Skuad Curacao di Piala Dunia 2026
-
4 Fakta Skuad Timnas Brasil di Piala Dunia 2026, Magis Neymar Hingga Ancelotti Effect
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung