-
Lionel Messi mengalami kelelahan otot hamstring kiri dan terpaksa ditarik keluar lapangan.
-
Pelatih Inter Miami memilih tidak mengambil risiko demi menjaga kebugaran fisik sang kapten.
-
Kondisi kebugaran Messi menjadi perhatian serius menjelang partisipasinya di ajang Piala Dunia.
Suara.com - Kondisi fisik Lionel Messi kini menjadi perhatian utama setelah sang megabintang terpaksa menyudahi laga lebih cepat akibat gangguan kebugaran. Manajemen Inter Miami mengonfirmasi bahwa kapten mereka mengalami masalah serius pada paha kirinya.
Langkah preventif ini diambil di tengah jadwal padat kompetisi sebelum jeda internasional. Cedera tersebut memicu kekhawatiran besar mengingat turnamen akbar antarnegara sudah di depan mata.
Penurunan kondisi fisik sang pemain disinyalir akibat akumulasi menit bermain yang sangat tinggi musim ini. Kehilangan sosok sentral di lapangan menjadi ujian berat sekaligus pembuktian kedalaman skuad klub berbaju merah muda tersebut.
Inter Miami merilis pernyataan resmi terkait hasil pemeriksaan medis terbaru terhadap pemilik nomor punggung sepuluh itu pada hari Senin waktu setempat. Pihak klub menjelaskan secara rinci mengenai gangguan otot yang dialami oleh pemain bintangnya.
"Setelah menjalani tes medis lebih lanjut pada Senin ini, diagnosis awal menunjukkan adanya beban berlebih yang terkait dengan kelelahan otot pada hamstring kirinya," tulis Inter Miami dalam rilis resminya.
"Garis waktu untuk kembali ke aktivitas fisik akan bergantung pada kemajuan klinis dan fungsionalnya."
Sinyal masalah kebugaran ini mulai terlihat jelas sesaat setelah sang penyerang mengeksekusi tendangan bebas di area pertahanan lawan. Dirinya langsung memberikan kode ke bangku cadangan meminta untuk segera digantikan agar tidak memperparah keadaan.
Sebelum berjalan meninggalkan lapangan menuju ruang ganti, ia tampak berulang kali memegang bagian atas paha belakangnya. Posisi penyerang asal Argentina tersebut kemudian diisi oleh pemain muda Mateo Silvetti pada menit ke-73.
Meski menahan rasa sakit, peraih Ballon d'Or tersebut terpantau masih mampu berjalan secara mandiri menuju lorong stadion tanpa bantuan tim medis. Kepergian sang kapten sempat membuat publik spekulasi mengenai tingkat keparahan cedera yang dialaminya.
Baca Juga: Pundit Naik Pitam Keputusan De La Fuente Coret Pemain Real Madrid di Skuat Spanyol
Saat ditarik keluar, papan skor stadion masih menunjukkan angka kembar imbang yang ketat bagi kedua tim. Namun, motivasi tinggi rekan setimnya berhasil membalikkan keadaan lewat dua gol krusial pasca-keluarnya sang bintang.
Kemenangan dramatis ini sukses mengamankan posisi runner-up klasemen Wilayah Timur Major League Soccer sebelum memasuki masa libur panjang. Keberhasilan meraih poin penuh menjadi modal penting bagi kestabilan mental tim.
Arsitek tim memberikan tanggapan langsung mengenai situasi darurat yang menimpa pemain andalannya dalam konferensi pers pascapertandingan. Sang pelatih menegaskan bahwa keputusan menarik keluar sang pemain murni demi keselamatan jangka panjang.
"Sejauh yang saya tahu, kami belum memiliki laporan mengenai hal itu, tetapi dia benar-benar lelah. Itu adalah kelelahan," ujar pelatih Miami, Guillermo Hoyos, setelah pertandingan.
"Ya, itu adalah kelelahan. Dia lelah, lapangannya berat, dan daripada ragu, Anda selalu mengatakan untuk tidak mengambil risiko."
Langkah berani tim pelatih ini dinilai sangat tepat guna menghindari robekan otot yang jauh lebih fatal. Istirahat total kini menjadi menu wajib bagi sang pemain agar bisa pulih dalam waktu dekat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
- 17 Kode Redeem FF 25 Agustus 2026: Kesempatan Dapat Voucher dan Skin Senjata Terbaru
- Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
Pilihan
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
-
Sibuk Padamkan Api Saat Kebakaran, Akademisi Sebut Negara Pelit Cegah Karhutla
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
Terkini
-
DPR Janjikan RUU Perampasan Aset Rampung Desember, AMPB Mau Bukti Tertulis
-
Tangani Dampak Gempa NTT, Mendagri Tito Pastikan Layanan Adminduk Hingga Bantuan Presiden Berjalan
-
Panas! Disindir Dicariin Masyarakat, Kiky Saputri Sebut Barisan Sakit Hati Pilpres
-
Demo di Depan DPR Besok, Polda Metro Jaya Sebut Belum Ada Surat Pemberitahuan yang Masuk
-
European Leagues Desak Gianni Infantino Mundur dari Presiden FIFA
-
Survei Tempo: Politik Dinasti Keluarga Pejabat Hal yang Wajar
-
Demi Putranya yang Autisme, Ibu ini Membuat Tato Keyboard di Tangannya
-
Teknologi Mengubah Cara Belajar, Guru Kini Jadi Inovator di Era Digital
-
Empat Kali Ditangkap! Ini Garis Waktu Kasus Narkoba Revaldo: Penjara Tak Membuat Kapok
-
SDI Dukung Tuntutan AMPB soal RUU Perampasan Aset, Tapi Ingatkan Risiko Penyusupan