Bola / Liga Inggris
Rabu, 03 Juni 2026 | 13:50 WIB
Pelatih Ligue 1, Pierre Sage (BBC)
Baca 10 detik
  • Crystal Palace segera mengajukan penawaran resmi untuk merekrut manajer Lens, Pierre Sage.

  • Kegagalan mendatangkan Andoni Iraola membuat Sage menjadi kandidat utama pelatih baru Palace.

  • Pemilik Lens menyadari keinginan kuat sang pelatih untuk berkarier di kompetisi Liga Inggris.

Suara.com - Manajemen Crystal Palace bergerak cepat untuk mengamankan tanda tangan pelatih berprestasi asal Prancis, Pierre Sage. Langkah ini diambil demi mengisi kekosongan kursi kepemimpinan tim utama jelang musim baru.

Klub berjuluk The Eagles tersebut dilaporkan tengah mematangkan proposal penawaran resmi. Strategi agresif ini diterapkan setelah target buruan mereka sebelumnya dipastikan lepas dari jangkauan.

Pierre Sage kini menempati urutan teratas dalam daftar belanja setelah Andoni Iraola memilih bertahan. Kegagalan merayu mantan arsitek Bournemouth itu memaksa manajemen beralih ke opsi yang tidak kalah menjanjikan.

Crystal Palace taklukkan Liverpool lewat drama adu penalti. (Instagram/cpfc)

Ketertarikan Palace tidak terlepas dari rekam jejak spektakuler sang juru taktik di kompetisi domestik Prancis. Prestasi tersebut menjadikannya figur paling potensial untuk membawa perubahan di Selhurst Park.

Proses negosiasi antarklub dikabarkan sudah memasuki tahap awal yang cukup intensif. Manajemen Palace diprediksi akan melayangkan dokumen penawaran formal dalam beberapa jam ke depan.

Upaya membawa pergi Sage dipastikan tidak akan berjalan mudah akibat kendala administratif. Sang manajer diketahui masih terikat komitmen kerja berdurasi dua tahun bersama klubnya saat ini.

Dikutip dari ESPN, pemilik Lens, Joseph Oughourlian, secara terbuka menyatakan keengganannya untuk kehilangan aset berharga tersebut. Kendati demikian, posisi tawar klub Prancis tersebut kini berada di ujung tanduk.

Trofi Kedua dalam 3 Bulan: Tundukkan Liverpool, Crystal Palace Resmi Jadi Raja Wembley [@eurofootcom]

Sejumlah sumber internal menyebutkan bahwa Oughourlian menyadari keinginan besar karyawannya untuk mencari tantangan baru. Keinginan merasakan atmosfer kompetisi di Inggris menjadi faktor penentu yang sulit dibendung.

Faktor lain yang memperkuat motivasi Sage adalah status tim London Selatan sebagai jawara bertahan kompetisi Eropa. Kesempatan memimpin tim di level tersebut menjadi daya tarik yang sangat magnetis.

Baca Juga: Daftar Klub Inggris Paling Sukses di Eropa: Liverpool Masih Juara, Arsenal Coba Cetak Sejarah

Pihak Lens kini bersiap menerima proposal pertama dari utusan Inggris demi memuluskan proses transisi. Pertemuan lanjutan diperkirakan akan segera digelar guna membahas valuasi kompensasi pelepasan kontrak.

Nama Pierre Sage mendadak menjadi komoditas panas berkat keberhasilannya meruntuhkan dominasi finansial di Ligue 1. Di bawah arahannya, klub berlogo darah dan emas itu menjelma menjadi kekuatan menakutkan.

Pelatih berusia 47 tahun itu sukses mengantarkan timnya finis di posisi kedua, tepat di bawah Paris Saint-Germain. Pencapaian monumental tersebut disempurnakan dengan raihan trofi Piala Prancis yang bersejarah.

Di sisi lain, kebutuhan Crystal Palace akan manajer baru menjadi agenda paling mendesak musim ini. Manajemen harus segera mencari suksesor setelah Oliver Glasner memutuskan untuk mengakhiri masa baktinya.

Profil Sage yang gemar mengorbitkan pemain muda dinilai sangat cocok dengan visi jangka panjang klub. Penunjukan mantan pelatih Lyon ini diharapkan mampu mendongkrak posisi Palace di papan atas klasemen.

Load More