- Pelatih Hong Myung-bo ingin membawa semangat keberhasilan Piala Dunia 2002 saat memimpin Timnas Korea Selatan pada Piala Dunia 2026.
- Korea Selatan akan berkompetisi di Grup A melawan Meksiko, Afrika Selatan, dan Republik Ceko dalam ajang Piala Dunia mendatang.
- Hong berharap para pemain menikmati setiap momen pertandingan tanpa menjadikan pencapaian sejarah masa lalu sebagai beban bagi mereka.
Suara.com - Pelatih Timnas Korea Selatan, Hong Myung-bo, ingin membawa semangat keberhasilan negaranya pada Piala Dunia 2002 saat memimpin Taeguk Warriors tampil di Piala Dunia 2026 yang akan dimulai pertengahan bulan ini.
Berdasarkan laporan FIFA pada Sabtu, Hong berharap Korea Selatan dapat kembali mencatatkan pencapaian bersejarah seperti yang mereka raih ketika menjadi tuan rumah bersama Jepang pada Piala Dunia 2002.
Menurut Hong, perjalanan menuju kesuksesan tersebut tidaklah mudah. Ia mengingat bagaimana sepak bola Korea Selatan sempat menghadapi berbagai tantangan pada pertengahan 1990-an sebelum akhirnya mampu menciptakan prestasi yang membanggakan.
"Pada akhirnya, mampu membawa begitu banyak kegembiraan bagi negara kami adalah sebuah pencapaian yang luar biasa," kata Hong.
"Piala Dunia 2002 menyatukan seluruh bangsa dan itulah yang membuatnya sangat istimewa. Saya sangat bangga telah berkontribusi dalam hal itu sebagai pemain," sambungnya.
Pada Piala Dunia 2002, Korea Selatan mencatat sejarah dengan melaju hingga babak semifinal. Dalam perjalanan tersebut, mereka berhasil menyingkirkan dua kekuatan besar sepak bola dunia, yakni Italia dan Spanyol.
Meski berharap timnya mampu mengulangi prestasi tersebut di Piala Dunia 2026, Hong menegaskan bahwa pencapaian masa lalu tidak boleh menjadi tekanan bagi para pemain.
Pelatih berusia 57 tahun itu lebih ingin anak asuhnya menikmati setiap momen di turnamen dan fokus menghadapi tantangan yang ada di depan mata.
"Saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk berbicara tentang apa yang perlu kami lakukan nanti dan tantangannya," kata Hong.
Baca Juga: Sesi Potret Erling Haaland Jelang Piala Dunia 2026 Panen Kritik Dianggap Fasis dan Neo Nazi
Pada Piala Dunia 2026, Timnas Korea Selatan tergabung di Grup A bersama tuan rumah Timnas Meksiko, Timnas Afrika Selatan, dan Timnas Republik Ceko. Grup tersebut diprediksi akan menghadirkan persaingan ketat dalam perebutan tiket ke babak berikutnya.
Berita Terkait
-
Sesi Potret Erling Haaland Jelang Piala Dunia 2026 Panen Kritik Dianggap Fasis dan Neo Nazi
-
Gaya Rambut Piala Dunia Paling Ikonik: Mohawk Beckham, Kuncung Ronaldo hingga Blonde Neymar
-
Wonderkid Persija Arlyansyah Sambut Antusias Kehadiran Adidas Home of Football di Jakarta
-
Piala Dunia 2026: Lionel Messi dan Ronaldo Raih Lencana Spesial FIFA World Cup Legacy
-
Analisis Kekuatan Jepang di Piala Dunia 2026: Andalkan Sistem Tiga Bek Demi Akhiri Kutukan 16 Besar
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan