- Presiden Persija Mohamad Prapanca resmi mengontrak Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala selama tiga tahun di Jakarta.
- Shin Tae-yong diberikan wewenang penuh untuk membawa asisten pelatih pilihannya sendiri guna mempercepat proses adaptasi tim.
- Manajemen Persija menargetkan akselerasi pengembangan pemain muda serta pembangunan infrastruktur klub dalam jangka waktu tiga tahun ke depan.
Suara.com - Presiden Persija Jakarta Mohamad Prapanca menyebut pelatih Shin Tae-yong dikontrak selama 3 tahun.
Selain itu, sosok yang akrab disapa STY itu akan membawa gerbong asisten pelatih dari Korea Selatan (Korsel).
Prapanca menyebut hal ini dilakukan supaya adaptasi STY bersama Persija bisa berlangsung dengan cepat.
Oleh sebab itu manajemen Macan Kemayoran membebaskan Shin Tae-yong memilih sendiri asisten pelatih.
"Format kita prosesnya ingin cepat, tentunya biar Coach Shin tidak pusinglah, jadi dia membentuk satu tim sendiri yang dibawa oleh Coach Shin ya," kata Prapanca dalam konferensi pers di Jakarta International Stadium (JIS), Senin (8/6/2026).
"Dan durasi kontrak kita itu kurang lebih 3 tahun. Kita itu 'kan berproses, kan gitu ya. Jaditentunya Coach Shin juga perlu apa namanya terlibat dalam infrastruktur Persija nanti," jelasnya.
Lebih lanjut, Prapanca ingin STY memberikan dampak berkelanjutan terutama untuk pemain-pemain muda Persija.
Oleh sebab itulah, eks pelatih Timnas Indonesia tersebut diikat selama 3 tahun.
"Termasuk untuk pengembangan pemain muda kita, dan semua kita mencoba mengakselerasi selama 3 tahun ke depan ini," ucapnya.
Baca Juga: Catatan 10 Laga Terakhir Shin Tae-yong: Eksperimen Formasi Berujung Inkonsistensi
Lebih jauh, Shin Tae-yong secara tidak langsung mengakui akan membawa asisten dari Korea Selatan.
Bahkan, beberapa nama sudah dikenal karena pernah bekerja dengannya di Timnas Indonesia.
"Untuk asisten pelatih, ya pelatih-pelatih yang para wartawan juga mengenal pastinya karena sebelumnya ada di Timnas," ujar Shin Tae-yong.
Berita Terkait
-
Catatan 10 Laga Terakhir Shin Tae-yong: Eksperimen Formasi Berujung Inkonsistensi
-
Persija Juara Super League Musim Depan? Ini Dua Kata Kunci Shin Tae-yong
-
Shin Tae-yong Latih Persija Jakarta, Media Korea: Akhir Pahit ke Tantangan Besar
-
Persib Kena Tikung, Shin Tae-yong: Mariano Peralta Sudah Dikontrak Persija Jakarta
-
Skenario yang Bikin Vietnam Gagal ke Semifinal Piala AFF U-19 Usai Ditekuk Timnas Indonesia U-19
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun