- Foto penembak jitu di sekitar SoFi Stadium Los Angeles memicu perhatian publik saat laga Piala Dunia 2026 berlangsung.
- Wali Kota James Butts mengonfirmasi petugas tersebut bertugas mengamankan festival jalanan di dekat lokasi pertandingan dari ketinggian.
- Berbagai lembaga keamanan AS menerapkan pengamanan ketat sebagai upaya perlindungan maksimal serta simulasi menjelang Olimpiade 2028 mendatang.
Suara.com - Pengamanan Piala Dunia 2026 di Los Angeles menjadi sorotan setelah muncul gambar penembak jitu bersenjata lengkap di atap bangunan sekitar SoFi Stadium.
Kehadiran mereka memicu perhatian publik, terutama karena lokasinya hanya sekitar satu mil dari stadion tempat pertandingan digelar.
Foto-foto yang beredar di media sosial menunjukkan individu berpakaian gelap dan kamuflase dengan senapan laras panjang, berjaga dari ketinggian.
Situasi ini terjadi saat laga Amerika Serikat melawan Paraguay berlangsung, dengan ribuan penonton memadati area sekitar stadion.
Wali Kota Inglewood, James Butts, menjelaskan bahwa sosok tersebut adalah petugas keamanan lokal.
Mereka ditugaskan untuk memantau situasi dari titik tinggi dan siap merespons cepat jika terjadi ancaman.
“Karena ini acara internasional, mereka ditempatkan di posisi tinggi agar bisa segera bertindak jika ada potensi penembak aktif atau ancaman lain,” ujar Butts dilansir dari NY Post.
Ia menambahkan bahwa petugas dalam foto tersebut sebenarnya mengamankan acara festival jalanan terkait Piala Dunia di kawasan Market Street, bukan langsung di dalam stadion.
Area tersebut ditutup untuk kegiatan publik seperti hiburan, permainan anak, dan nonton bareng pertandingan.
Baca Juga: Kontroversi Penalti Qatar vs Swiss: VAR Bermasalah, FIFA Buka Suara
Kepala Kepolisian Inglewood, Mark Fronterotta, sebelumnya menyebut pengamanan turnamen ini melibatkan berbagai unsur, baik yang terlihat maupun tidak.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan hotline darurat jika melihat hal mencurigakan.
“Petugas akan sangat terlihat di berbagai titik, tetapi ada juga yang bekerja tanpa terlihat. Jika Anda melihat sesuatu, segera laporkan,” katanya.
Operasi keamanan Piala Dunia di Los Angeles disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah kota.
Sejumlah lembaga keamanan AS, termasuk LAPD, Sheriff County, FBI, dan Secret Service, bekerja sama dalam pengamanan yang mencakup stadion, pusat hiburan, hingga transportasi publik.
Pejabat setempat menyebut skema ini juga menjadi simulasi penting menjelang Olimpiade 2028.
Dengan peningkatan jumlah personel, kamera pengawas, dan pos pemeriksaan, otoritas berharap dapat menjamin keamanan maksimal bagi seluruh pengunjung.
Berita Terkait
-
Kontroversi Penalti Qatar vs Swiss: VAR Bermasalah, FIFA Buka Suara
-
Cerita Anak Pengungsi yang Jadi Pencetak Gol Termuda di Piala Dunia 2026
-
Sepatu Harry Kane dan Jude Bellingham Dicuri! Polisi Tangkap Dua Pelaku
-
Permen Karet Jadi Kunci? Cara Ancelotti Hadapi Tekanan Piala Dunia 2026
-
Di Balik Ramainya Nobar Piala Dunia, Ada Ruang untuk Bersosialisasi
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus