Bola / Bola Dunia
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:02 WIB
Lionel Messi resmi menjadi pencetak hattrick tertua di Piala Dunia. Simak rekor László Kiss, Pelé, hingga Oleg Salenko dalam sejarah trigol turnamen ini. [Dok. IG afaseleccion]
Baca 10 detik
  • Lionel Messi mencatatkan rekor sebagai pencetak hattrick tertua di Piala Dunia 2026 saat berusia 38 tahun.
  • Pele tetap memegang rekor pencetak hattrick termuda sejak tahun 1958 pada usia 17 tahun 244 hari.
  • Oleg Salenko mencetak rekor lima gol dalam satu pertandingan Piala Dunia 1994 saat melawan tim Kamerun.

Oleg Salenko dan Rekor Lima Gol

Dunia sepak bola juga pernah menyaksikan ketajaman luar biasa Oleg Salenko bersama Timnas Rusia pada Piala Dunia 1994.

Salenko menjadi satu-satunya pemain yang mampu mencetak lima gol dalam satu pertandingan putaran final Piala Dunia saat Rusia menghancurkan Kamerun dengan skor 6-1.

Meski Rusia gagal melaju ke babak gugur, lima gol tersebut cukup mengantarkannya meraih Sepatu Emas yang dibagi bersama legenda Bulgaria, Hristo Stoichkov.

Menariknya, pertandingan melawan Kamerun menjadi penampilan terakhir Salenko untuk tim nasional Rusia.

Torehan lima gol itu bahkan menutupi fakta bersejarah lain di laga yang sama, yakni ketika Roger Milla mencatatkan diri sebagai pencetak gol tertua dalam sejarah Piala Dunia.

Hattrick yang Berakhir Kekalahan

Mencetak tiga gol dalam satu pertandingan biasanya identik dengan kemenangan. Namun, sejarah mencatat beberapa pengecualian.

Hanya ada tiga pemain yang berhasil mencetak hattrick tetapi timnya tetap kalah.

Baca Juga: Bukan Cuma Tebakan! Prediksi 5 Tim Favorit Calon Juara Piala Dunia 2026

Mereka adalah Ernst Wilimowski dari Polandia pada 1938, Josef Hügi dari Swiss pada 1954, dan Igor Belanov dari Uni Soviet pada 1986.

Wilimowski bahkan mencetak empat gol ke gawang Brasil dalam kekalahan dramatis 6-5, salah satu catatan paling langka dalam sejarah kompetisi FIFA.

Kylian Mbappé nyaris masuk daftar tersebut pada final Piala Dunia 2022. Namun, kekalahan Prancis dari Argentina terjadi melalui adu penalti setelah laga berakhir imbang 3-3.

Hari Minggu Paling Produktif

Fakta menarik lainnya menunjukkan bahwa hari Minggu menjadi hari paling produktif bagi para pencetak hattrick di Piala Dunia.

Tercatat 23 hat-trick terjadi pada hari Minggu, jauh lebih banyak dibandingkan hari Sabtu yang menghasilkan 11 trigol.

Hanya satu hat-trick yang tercipta pada hari Senin sepanjang sejarah Piala Dunia, yakni melalui Pauleta saat Portugal menghadapi Polandia pada 2002.

Argentina juga memiliki catatan istimewa melalui Gabriel Batistuta yang menjadi satu-satunya pemain dengan hattrick di dua edisi Piala Dunia berbeda, yakni 1994 dan 1998.

Menariknya, kedua hattrick Batistuta sama-sama tercipta pada 21 Juni dan ditutup melalui eksekusi tendangan penalti.

Frekuensi Hattrick Terus Menurun

Sebagai tambahan, frekuensi terciptanya hattrick mengalami penurunan dibandingkan era awal penyelenggaraan Piala Dunia.

Sebanyak 26 dari total 55 hat-trick tercipta hanya dalam delapan edisi pertama, sementara sisanya tersebar dalam edisi-edisi berikutnya meski jumlah pertandingan terus bertambah.

Piala Dunia 1958 di Swedia masih menjadi turnamen paling subur dengan delapan hat-trick sepanjang kompetisi.

Sebaliknya, Piala Dunia 2006 di Jerman menjadi satu-satunya edisi modern yang tidak menghasilkan satu pun hattrick.

Kini, dengan format 48 tim di Piala Dunia 2026, peluang lahirnya rekor-rekor baru dari para penyerang kelas dunia kembali terbuka lebar.

Load More