-
Neymar memulai latihan ringan secara terpisah di Amerika Serikat demi memulihkan cedera betisnya.
-
Tim medis memproyeksikan sang penyerang absen di fase grup dan kembali pada babak gugur.
-
Carlo Ancelotti menegaskan peran vital sang bintang sebagai mentor teknis sekaligus pemimpin pemain muda.
Suara.com - Neymar menjalankan pemulihan kilat di New Jersey demi menembus skuat utama Timnas Brasil pada fase gugur Piala Dunia 2026. Langkah awal sang bintang di lapangan hijau menjadi secercah harapan bagi tim yang sedang pincang.
Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) mengonfirmasi perkembangan positif penyerang andalan mereka saat berlatih di Morristown. Kehadiran figur senior ini krusial untuk mendongkrak mentalitas tim pasca hasil imbang yang mengecewakan.
Eks bintang Barcelona tersebut melahap menu latihan fungsional khusus bersama staf kepelatihan bentukan Carlo Ancelotti. Proses rehabilitasi intensif ini dipantau ketat untuk meminimalkan risiko kambuh sebelum turnamen krusial berakhir.
Staf medis Selecao sengaja menyimpan tenaga sang penyerang agar mencapai kebugaran penuh pada fase hidup-mati. Skenario tersebut membuat lini depan tim samba harus berjuang mandiri tanpa kehadirannya dalam waktu dekat.
Spekulasi mengenai kondisi fisiknya sempat mencuat setelah penyerang berumur 34 tahun itu menjalani uji medis ulang. Meskipun demikian, hasil resmi pemeriksaan lanjutan tersebut masih disimpan rapat oleh otoritas sepak bola tertinggi Brasil.
Arsitek taktik Brasil, Carlo Ancelotti, tetap memegang keyakinan besar terhadap pengaruh magis sang pemain di ruang ganti. Kehadirannya dianggap mampu menjadi mentor bagi barisan penyerang muda yang masih minim jam terbang internasional.
"Neymar bekerja sangat keras untuk pulih secepat mungkin," kata Ancelotti, dikutip dari ESPN, Rabu (17/6/2026).
"Harapan kami adalah dia akan pulih dan bergabung kembali dengan grup minggu depan."
"Ketika kami memasukkannya ke dalam daftar pemain, kami menambahkannya karena kemampuan teknisnya, yang tidak terbantahkan. Namun kami juga menginginkannya karena pengalamannya dan contoh yang ia tunjukkan bagi para pemain muda di tim."
Baca Juga: Tak Ada Obat, Lionel Messi Dapat Nilai 10/10 Usai Hattrick Saat Argentina Bantai Algeria
Sebelumnya, penyerang tajam ini terpaksa menepi dari lapangan hijau akibat masalah otot sejak pertengahan Mei lalu. Cedera teranyar itu didapat saat dirinya masih aktif membela klub masa kecilnya, Santos.
Dua laga krusial di Grup C dipastikan bergulir tanpa kehadiran pemilik nomor punggung 10 legendaris tersebut. Skuat Selecao wajib memetik poin penuh saat bersua Haiti dan Skotlandia demi mengamankan tiket kelolosan.
Ujian berat ini datang di tengah paceklik kemenangan Brasil yang baru saja ditahan imbang oleh Maroko. Hasil minor tersebut memperpanjang tekanan publik terhadap konsistensi performa juara dunia 5 kali itu.
Karier internasional sang megabintang memang terus dihantui oleh problem kebugaran fisik yang sangat masif selama beberapa musim terakhir. Dirinya tercatat belum pernah lagi mengenakan seragam kebanggaan negaranya sejak medio Oktober tahun 2023.
Petaka besar bermula saat ligamen lutut kirinya robek parah tatkala berduel sengit melawan Uruguay di Montevideo. Cedera fatal tersebut memaksa sang pemain menjalani operasi besar dan proses pemulihan yang memakan waktu sangat panjang.
Data dari situs Transfermarkt mencatat sang pemain telah melewatkan sekitar 700 hari di luar lapangan pertandingan resmi. Durasi panjang tersebut habis untuk masa perawatan, rangkaian terapi medis, hingga program istirahat total berkelanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur