Bola / Bola Indonesia
Rabu, 17 Juni 2026 | 15:15 WIB
Nadeo Argawinata (IG Nadeo Argawinata)
Baca 10 detik
  • Borneo FC melakukan perombakan besar dengan melepas 15 pemain dan berpisah dari pelatih Fabio Lefundes.

  • Kiper Nadeo Arga Winata memilih bertahan di Samarinda karena manajemen klub dinilai sangat serius.

  • Nadeo menargetkan Borneo FC meraih gelar juara untuk memutus tren runner-up dua musim terakhir.

Suara.com - Borneo FC Samarinda menghadapi perubahan besar menjelang musim 2026/2027. Setelah gagal merebut gelar juara pada musim lalu, klub berjuluk Pesut Etam itu melakukan perombakan skuad secara masif dengan melepas 15 pemain sekaligus.

Tak hanya di sektor pemain, perubahan juga terjadi di jajaran kepelatihan. Pelatih kepala Fabio Lefundes bersama sejumlah stafnya memutuskan berpisah dengan Borneo FC setelah kompetisi berakhir.

Padahal, performa Borneo FC pada musim lalu terbilang impresif. Klub asal Samarinda tersebut menjadi pesaing terkuat Persib Bandung dalam perburuan gelar Liga 1 hingga pekan terakhir.

Borneo FC gagal menang usai ditahan Persijap Jepara 0-0 di pekan ke-33 Super League. Pesut Etam kini tertinggal dua poin dari Persib Bandung. [Dok. IG Borneo FC]

Borneo FC dan Persib sama-sama mengoleksi 79 poin di klasemen akhir. Namun, Pesut Etam harus puas mengakhiri musim sebagai runner-up karena kalah head-to-head dari Maung Bandung, dengan catatan satu kekalahan dan satu hasil imbang dalam dua pertemuan.

Di tengah eksodus pemain dan pelatih yang terjadi, kiper utama Borneo FC, Nadeo Arga Winata, mengaku tidak terlalu terkejut. Menurut penjaga gawang Timnas Indonesia itu, pergantian pemain merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sepak bola profesional.

"Di dalam sepak bola itu hal yang normal. Pemain datang dan pergi, dan sebagai pemain kita harus siap dengan kemungkinan itu. Kebetulan dalam beberapa tahun terakhir Borneo FC memang selalu seperti itu, jadi sudah cukup biasa," kata Nadeo di laman I.League.

Kiper Timnas Indonesia, Nadeo Argawinata saat membela Borneo FC. [Dok. IG Nadeo]

Nadeo menilai kondisi tersebut bukan hal baru bagi Borneo FC. Dalam beberapa musim terakhir, manajemen memang kerap melakukan evaluasi besar dengan mendatangkan pemain baru sekaligus melepas sejumlah nama lama demi menjaga daya saing tim.

Meski banyak rekan setim memilih jalan berbeda dan kursi pelatih mengalami pergantian, Nadeo memastikan dirinya tidak pernah berpikir untuk meninggalkan Samarinda.

Kiper berusia 29 tahun itu menegaskan bahwa keputusan bertahan atau pindah klub tidak bisa diambil secara sembarangan. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum menentukan masa depan kariernya.

Baca Juga: Persib Kena Tikung, Shin Tae-yong: Mariano Peralta Sudah Dikontrak Persija Jakarta

Menurut Nadeo, Borneo FC masih menjadi tempat terbaik untuk melanjutkan karier karena memberikan kesempatan bermain secara reguler sekaligus memiliki kondisi manajemen yang stabil.

Selain itu, keseriusan klub dalam mempertahankan jasanya menjadi alasan utama di balik keputusan memperpanjang kontrak.

"Sudah jelas berarti saat ini hanya Borneo FC yang benar-benar serius menginginkan saya. Tawaran dari klub lain memang ada, tetapi mungkin negosiasinya belum mencapai kesepakatan," ungkapnya.

Kini, setelah memastikan tetap berseragam Pesut Etam, Nadeo menatap musim baru dengan optimisme tinggi. Ia berharap Borneo FC mampu mengakhiri tren runner-up yang menghantui dalam dua musim terakhir.

Bagi mantan kiper Bali United tersebut, membawa Borneo FC meraih trofi juara menjadi target yang ingin diwujudkan bersama tim pada musim 2026/2027.

"Pastinya bisa mencapai target yang sudah ditetapkan tim maupun target pribadi. Bermain lebih maksimal, lebih baik, dan bertanggung jawab dalam setiap pertandingan yang dipercayakan kepada saya. Tentu menjadi sebuah kebanggaan jika nanti bisa membawa Borneo FC menjadi juara. Aamiin," pungkasnya.

Load More