Bola / Bola Dunia
Rabu, 17 Juni 2026 | 23:01 WIB
Para penggemar Inggris diminta untuk meninggalkan Londoner Pub oleh Kepolisian Dallas. [James Manning/PA Wire]
Baca 10 detik
  • Londoner Pub di Dallas ditutup lebih awal pada Selasa malam karena kapasitas maksimal dan kerumunan suporter Inggris.
  • Kepolisian Dallas membubarkan massa demi keamanan setelah jumlah pengunjung melampaui kapasitas dan petugas keamanan pub tidak memadai.
  • Acara tersebut berhasil menarik banyak pendukung timnas Inggris dengan mencatatkan total pendapatan lebih dari 30.000 poundsterling malam itu.

Suara.com - Sebuah pub di Dallas, Texas, terpaksa ditutup lebih awal setelah dipadati ratusan suporter Timnas Inggris menjelang pertandingan pembuka Piala Dunia 2026.

Kepolisian setempat turun tangan setelah lokasi tersebut mencapai kapasitas maksimum dan sebagian pengunjung menolak membubarkan diri.

Melansir Dailymail, para pendukung Inggris berkumpul di Londoner Pub pada Selasa malam (16/6/2026) waktu setempat untuk menyambut laga perdana tim berjuluk Three Lions melawan Kroasia di Stadion AT&T, Dallas, yang digelar pada Rabu (17/6/2026).

Sejak sore hari, pub tersebut dipenuhi suporter yang mengenakan kostum unik, membawa bendera St. George, serta menyanyikan lagu-lagu dukungan untuk Timnas Inggris.

Namun, suasana semakin ramai hingga membuat pihak pengelola bersama kepolisian meminta para pengunjung meninggalkan lokasi menjelang pukul 22.00 waktu setempat.

Para penggemar Inggris diminta untuk meninggalkan Londoner Pub oleh Kepolisian Dallas. [James Manning/PA Wire]

Meski pub akhirnya dikosongkan, sejumlah suporter dilaporkan tetap bertahan di area balkon luar gedung selama beberapa jam setelahnya. Beberapa di antaranya bahkan bermain sepak bola di jalanan sekitar lokasi, dengan bola beberapa kali mengenai kendaraan yang terparkir.

Kepolisian Dallas menjelaskan bahwa penutupan lebih awal dilakukan karena pub telah mencapai kapasitas maksimal, sementara jumlah petugas keamanan yang bertugas dinilai tidak memadai untuk mengendalikan kerumunan.

Meski demikian, pihak kepolisian menyatakan sebagian besar suporter berperilaku tertib dan tidak ada penangkapan yang dilakukan selama kegiatan berlangsung.

Sebelum ditutup, Londoner Pub mencatat penjualan lebih dari 5.000 gelas dan botol bir sepanjang acara. Total penjualan minuman tersebut dilaporkan menghasilkan pendapatan lebih dari 30.000 poundsterling dalam satu malam.

Baca Juga: Cara Nonton Piala Dunia 2026 di HP Pakai Saluran Resmi dan Legal

Setelah pengunjung diminta meninggalkan lokasi, puluhan kendaraan Departemen Kepolisian Dallas sempat berjajar di sekitar pub untuk memantau situasi. Para petugas berjaga selama beberapa waktu sebelum akhirnya meninggalkan area ketika kondisi dinilai terkendali.

Beberapa suporter masih terlihat berkumpul di sekitar lokasi, bermain sepak bola dan bernyanyi. Sejumlah insiden kecil juga terjadi, termasuk bola yang mengenai kendaraan di sekitar area serta beberapa tanaman yang terjatuh dari balkon.

Meski demikian, acara berakhir tanpa gangguan keamanan yang berarti. Bahkan, sejumlah suporter dilaporkan membantu staf pub membersihkan area setelah keramaian usai.

Penyelenggara acara, John Gallivan, mengatakan tingginya antusiasme suporter Inggris di Amerika Serikat membuat acara tersebut berkembang jauh melebihi perkiraannya.

Menurut Gallivan, luasnya wilayah Amerika Serikat membuat para pendukung Inggris lebih sulit berkumpul dibandingkan saat turnamen digelar di Eropa. Karena itu, pihaknya sengaja memilih satu lokasi sebagai titik temu dan mempromosikannya melalui media sosial.

“Kami ingin menyediakan tempat bagi para suporter untuk berkumpul sebelum pertandingan. Respons yang datang jauh lebih besar dari yang kami perkirakan,” ujarnya.

Gallivan juga menilai banyak pendukung setia Timnas Inggris tidak dapat hadir langsung ke turnamen karena tingginya biaya perjalanan dan akomodasi.

Meski sempat memicu perhatian aparat keamanan, pertemuan para suporter Inggris di Dallas secara umum berlangsung meriah dan menjadi bukti besarnya antusiasme menjelang laga perdana Three Lions di Piala Dunia.

Load More