- Londoner Pub di Dallas ditutup lebih awal pada Selasa malam karena kapasitas maksimal dan kerumunan suporter Inggris.
- Kepolisian Dallas membubarkan massa demi keamanan setelah jumlah pengunjung melampaui kapasitas dan petugas keamanan pub tidak memadai.
- Acara tersebut berhasil menarik banyak pendukung timnas Inggris dengan mencatatkan total pendapatan lebih dari 30.000 poundsterling malam itu.
Suara.com - Sebuah pub di Dallas, Texas, terpaksa ditutup lebih awal setelah dipadati ratusan suporter Timnas Inggris menjelang pertandingan pembuka Piala Dunia 2026.
Kepolisian setempat turun tangan setelah lokasi tersebut mencapai kapasitas maksimum dan sebagian pengunjung menolak membubarkan diri.
Melansir Dailymail, para pendukung Inggris berkumpul di Londoner Pub pada Selasa malam (16/6/2026) waktu setempat untuk menyambut laga perdana tim berjuluk Three Lions melawan Kroasia di Stadion AT&T, Dallas, yang digelar pada Rabu (17/6/2026).
Sejak sore hari, pub tersebut dipenuhi suporter yang mengenakan kostum unik, membawa bendera St. George, serta menyanyikan lagu-lagu dukungan untuk Timnas Inggris.
Namun, suasana semakin ramai hingga membuat pihak pengelola bersama kepolisian meminta para pengunjung meninggalkan lokasi menjelang pukul 22.00 waktu setempat.
Meski pub akhirnya dikosongkan, sejumlah suporter dilaporkan tetap bertahan di area balkon luar gedung selama beberapa jam setelahnya. Beberapa di antaranya bahkan bermain sepak bola di jalanan sekitar lokasi, dengan bola beberapa kali mengenai kendaraan yang terparkir.
Kepolisian Dallas menjelaskan bahwa penutupan lebih awal dilakukan karena pub telah mencapai kapasitas maksimal, sementara jumlah petugas keamanan yang bertugas dinilai tidak memadai untuk mengendalikan kerumunan.
Meski demikian, pihak kepolisian menyatakan sebagian besar suporter berperilaku tertib dan tidak ada penangkapan yang dilakukan selama kegiatan berlangsung.
Sebelum ditutup, Londoner Pub mencatat penjualan lebih dari 5.000 gelas dan botol bir sepanjang acara. Total penjualan minuman tersebut dilaporkan menghasilkan pendapatan lebih dari 30.000 poundsterling dalam satu malam.
Baca Juga: Cara Nonton Piala Dunia 2026 di HP Pakai Saluran Resmi dan Legal
Setelah pengunjung diminta meninggalkan lokasi, puluhan kendaraan Departemen Kepolisian Dallas sempat berjajar di sekitar pub untuk memantau situasi. Para petugas berjaga selama beberapa waktu sebelum akhirnya meninggalkan area ketika kondisi dinilai terkendali.
Beberapa suporter masih terlihat berkumpul di sekitar lokasi, bermain sepak bola dan bernyanyi. Sejumlah insiden kecil juga terjadi, termasuk bola yang mengenai kendaraan di sekitar area serta beberapa tanaman yang terjatuh dari balkon.
Meski demikian, acara berakhir tanpa gangguan keamanan yang berarti. Bahkan, sejumlah suporter dilaporkan membantu staf pub membersihkan area setelah keramaian usai.
Penyelenggara acara, John Gallivan, mengatakan tingginya antusiasme suporter Inggris di Amerika Serikat membuat acara tersebut berkembang jauh melebihi perkiraannya.
Menurut Gallivan, luasnya wilayah Amerika Serikat membuat para pendukung Inggris lebih sulit berkumpul dibandingkan saat turnamen digelar di Eropa. Karena itu, pihaknya sengaja memilih satu lokasi sebagai titik temu dan mempromosikannya melalui media sosial.
“Kami ingin menyediakan tempat bagi para suporter untuk berkumpul sebelum pertandingan. Respons yang datang jauh lebih besar dari yang kami perkirakan,” ujarnya.
Gallivan juga menilai banyak pendukung setia Timnas Inggris tidak dapat hadir langsung ke turnamen karena tingginya biaya perjalanan dan akomodasi.
Meski sempat memicu perhatian aparat keamanan, pertemuan para suporter Inggris di Dallas secara umum berlangsung meriah dan menjadi bukti besarnya antusiasme menjelang laga perdana Three Lions di Piala Dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur