-
Belanda wajib meraih poin penuh atas Swedia demi menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.
-
Swedia memuncaki klasemen Grup F setelah menang besar, sedangkan Belanda tertahan pada laga perdana.
-
Keroposnya lini pertahanan Belanda menjadi ancaman serius di hadapan lini serang Swedia yang produktif.
Suara.com - Pertandingan krusial akan tersaji pada matchday kedua Grup F Piala Dunia 2026 yang mempertemukan raksasa Eropa, Belanda, melawan tim penuh kejutan, Swedia. Laga hidup-mati ini dijadwalkan berlangsung di Houston Stadium pada Minggu, 21 Juni 2026 pukul 00.00 WIB. Tekanan besar kini berada di pundak skuad De Oranje setelah hasil tidak terduga pada laga pembuka grup.
Pertandingan ini berubah drastis dari ekspektasi awal karena hasil matchday pertama. Swedia datang sebagai pemuncak klasemen usai menang telak 5-1 atas Tunisia, sementara Belanda hanya bermain imbang 2-2 melawan Jepang. Hasil tersebut menjungkirbalikkan prediksi pengamat sepak bola dunia dan membuat peta persaingan Grup F menjadi semakin panas dan sulit ditebak.
Kondisi tersebut membuat Swedia berada dalam posisi ideal untuk mengunci tiket ke babak 32 besar lebih cepat. Sementara itu, Belanda justru berada dalam situasi wajib menang agar tidak tertekan pada laga terakhir. Duel ini juga menjadi ujian besar bagi Ronald Koeman yang sebelumnya membawa Belanda sebagai favorit juara grup. Kini, status tersebut mulai dipertanyakan setelah start yang kurang meyakinkan.
Catatan Pertandingan
Belanda: Tim bertabur bintang ini saat ini menempati posisi ranking 8 FIFA. Dalam 5 laga terakhirnya di semua kompetisi, Belanda mencatatkan hasil yang kurang stabil dengan 2 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 1 kekalahan (M-M-K-S-S).
Sepanjang 5 pertandingan tersebut, De Oranje berhasil mencetak 7 gol, namun harus rela kebobolan sebanyak 6 kali. Masalah lini belakang menjadi pekerjaan rumah terbesar yang harus segera diselesaikan.
Swedia: Datang dengan status kuda hitam yang menakutkan, Swedia kini menduduki peringkat 38 dalam ranking FIFA terbaru. Rekor 5 laga terakhir tim berjuluk Blågult ini cukup impresif dengan meraih 3 kemenangan, 1 hasil imbang, dan hanya 1 kali kalah (M-M-K-S-M).
Produktivitas gol mereka sangat luar biasa dengan mengemas total 14 gol dan kebobolan 9 gol, yang menegaskan bahwa mereka memiliki lini serang yang sangat mematikan.
Player to Watch
Baca Juga: Bintang Baru Timnas Swiss! Johan Manzambi Menggila di Stadion Los Angeles
Cody Gakpo (Belanda)
Penyerang sayap serba bisa ini akan menjadi tumpuan utama Ronald Koeman untuk membongkar pertahanan rapat Swedia. Gakpo dikenal memiliki pergerakan memotong ke dalam (inside forward) yang berbahaya dan insting gol yang tajam di turnamen besar. Kecepatannya di sisi kiri akan sangat diandalkan untuk menyuplai bola matang maupun mengeksekusi peluang sendiri demi memecah kebuntuan De Oranje.
Viktor Gyokeres (Swedia)
Menjabat sebagai kapten sekaligus ujung tombak, penyerang yang sedang naik daun di kancah Eropa ini tampil kesetanan setelah membawa Swedia melumat Tunisia. Kekuatan fisik yang kokoh, penempatan posisi yang cerdas, serta penyelesaian akhir yang klinis membuat Gyokeres menjadi ancaman nomor 1 bagi Virgil van Dijk dan kolega. Jika diberi ruang sedikit saja, ia berpotensi besar menghukum kelengahan transisi bertahan Belanda.
Duel Pelatih
Laga ini akan menjadi adu taktik yang sangat menarik antara Ronald Koeman di kubu Belanda dan Graham Potter di kubu Swedia. Ronald Koeman merupakan pelatih sarat pengalaman yang sangat mengagungkan filosofi sepak bola menyerang modern dengan formasi andalannya, 4-3-3. Koeman selalu menekankan dominasi penguasaan bola yang kuat, namun ia kini dituntut untuk lebih fleksibel dalam meredam serangan balik lawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang