Bola / Bola Indonesia
Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:14 WIB
Logo Piala Dunia 2026 (dok. FIFA)
Baca 10 detik
  • TVRI menjelaskan bahwa anggaran Rp1,3 triliun mencakup paket hak siar tiga turnamen FIFA hingga tahun 2027.
  • Kontrak tersebut memberikan hak eksklusif kepada TVRI untuk menyiarkan, mendistribusikan, dan mengelola konten turnamen FIFA secara luas.
  • TVRI memastikan seluruh proses pembayaran telah sesuai aturan serta menyediakan akses siaran gratis melalui berbagai platform.

"Berdasarkan laporan yang saya terima, proses pembayaran hak siar telah dilakukan sesuai ketentuan kontrak dan mekanisme anggaran negara," ujarnya.

TVRI menegaskan dana yang dibayarkan sesuai dengan nilai kontrak yang telah disepakati bersama FIFA dan telah melalui prosedur pengawasan yang berlaku.

Tayangan Bisa Diakses Gratis

Untuk menjangkau masyarakat luas, TVRI menyiapkan beberapa jalur distribusi siaran.

Pertandingan dapat disaksikan secara gratis melalui kanal TVRI Nasional dan TVRI Sport yang tersedia pada layanan televisi digital terestrial.

Selain itu, TVRI juga bekerja sama dengan platform Over-The-Top (OTT) seperti Folaplay dan MAXStream guna menjangkau penonton yang lebih banyak menggunakan perangkat digital.

Sementara untuk layanan televisi berbayar satelit atau Direct-To-Home (DTH), distribusi dilakukan melalui sejumlah mitra seperti Transvision, K-Vision, dan Indovision.

Seluruh mitra penyiaran diwajibkan menerapkan sistem enkripsi dan pembatasan wilayah guna memastikan hak siar hanya berlaku di wilayah Indonesia.

Berawal dari Sorotan Anggaran Rp1,3 Triliun

Baca Juga: Mulut Pedas Zlatan Ibrahimovic Bikin Thierry Henry Melongo saat Siaran Piala Dunia 2026

Perdebatan mengenai anggaran hak siar FIFA mencuat setelah nilai kontrak Rp1,3 triliun menjadi perhatian publik.

Sebagian masyarakat menilai angka tersebut terlalu besar karena menganggap dana itu hanya digunakan untuk membeli hak siar Piala Dunia 2026.

Namun, TVRI menegaskan bahwa kontrak tersebut mencakup tiga turnamen FIFA dengan periode pemanfaatan hak siar yang panjang serta distribusi lintas platform.

Manajemen TVRI juga menyebut kritik yang muncul sebagai bentuk kepedulian publik terhadap transparansi penggunaan anggaran negara, khususnya untuk penyelenggaraan dan penyiaran olahraga berskala internasional.

Load More