- Tunisia akan menghadapi Jepang pada laga kedua Grup F Piala Dunia 2026 di Estadio Monterrey, Meksiko, Minggu (21/6/2026).
- Pertandingan ini mencatatkan sejarah sebagai laga ke-1000 dalam penyelenggaraan Piala Dunia FIFA sejak edisi perdana tahun 1930.
- Tunisia berupaya bangkit dari kekalahan, sementara Jepang berusaha meraih kemenangan untuk membuka peluang lolos ke babak 32 besar.
Suara.com - Tunisia akan berhadapan dengan Jepang pada matchday kedua Grup F Piala Dunia 2026. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Estadio Monterrey, Meksiko, Minggu (21/6/2026).
Laga ini diperkirakan berjalan menarik karena kedua tim membawa misi berbeda di matchday kedua Grup F Piala Dunia 2026.
Tunisia berusaha bangkit setelah menelan kekalahan telak pada pertandingan pertama, sedangkan Jepang ingin melanjutkan tren positif demi membuka peluang lolos ke babak 16 besar.
Pertemuan ini juga memiliki nilai historis tersendiri. Duel Tunisia kontra Jepang akan tercatat sebagai pertandingan ke-1000 sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia FIFA sejak edisi perdana pada 1930.
Catatan Pertandingan
Tunisia (Ranking FIFA 45)
5 pertandingan terakhir:
15/6/2026 Swedia 5-1 Tunisia
6/6/2026 Belgia 5-0 Tunisia
2/6/2026 Austria 1-0 Tunisia
1/4/2026 Kanada 0-0 Tunisia
29/3/2026 Haiti 0-1 Tunisia
Catatan:
1 kemenangan
1 hasil imbang
3 kekalahan
Gol memasukkan: 2
Gol kemasukan: 11
Baca Juga: Hajime Moriyasu Bikin Publik Jepang Terbelah Gegara Minta Foto Bareng Harry Kane
Tunisia tengah berada dalam situasi sulit setelah hanya mampu mencetak dua gol dalam lima pertandingan terakhir.
Pergantian pelatih dari Sabri Lamouchi ke Herve Renard diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi The Eagles of Carthage.
Jepang (Ranking FIFA 18)
5 pertandingan terakhir:
15/6/2026 Belanda 2-2 Jepang
31/5/2026 Jepang 1-0 Islandia
1/4/2026 Inggris 0-1 Jepang
29/3/2026 Skotlandia 0-1 Jepang
18/11/2025 Jepang 3-0 Bolivia
Catatan:
2 kemenangan
1 hasil imbang
2 kekalahan
Berita Terkait
-
Predisi Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
10 Pelatih Piala Dunia 2026 dengan Gaji Selangit: Ancelotti Termahal, Scaloni Tak Masuk
-
Bintang Baru Timnas Swiss! Johan Manzambi Menggila di Stadion Los Angeles
-
Iran Akan Ajukan Keluhan ke FIFA Terkait Pembatasan Selama Piala Dunia 2026
-
Andrew Robertson Ingin Skotlandia Ciptakan Sejarah di Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan