- Timnas Turki tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-1 melawan Paraguay di Stadion San Francisco Bay Area.
- Gol Matias Galarza pada menit pertama menjadi penentu kekalahan sekaligus rekor gol tercepat sepanjang sejarah Piala Dunia.
- Kegagalan mencetak gol dari 62 tembakan selama dua laga fase grup menyebabkan Turki berada di dasar klasemen akhir.
Suara.com - Mimpi Timnas Turki untuk melangkah jauh di panggung Piala Dunia 2026 dipastikan harus kandas lebih cepat.
Skuad berjuluk Ay-Yildizlar tersebut terpaksa angkat koper dari turnamen akbar ini setelah menelan kekalahan tipis 0-1 dari Paraguay pada laga krusial penyisihan grup, Sabtu (20/6/2026).
Hasil minor yang diderita di Stadion San Francisco Bay Area tersebut melontarkan posisi skuad Turki turun ke dasar klasemen akhir Grup D, sembari memastikan diri tereliminasi dari turnamen.
Pertandingan penentu tersebut berjalan dengan sangat dramatis sejak sepak mula dilakukan.
Gawang Turki secara mengejutkan langsung bobol oleh sontekan pemain Paraguay, Matias Galarza saat laga baru berjalan 64 detik.
Gol kilat tersebut sekaligus mencatatkan rekor sebagai gol kemenangan tercepat yang pernah tercipta sepanjang sejarah putaran final kompetisi Piala Dunia.
Tertinggal satu gol memaksa anak asuh Vincenzo Montella menggempur habis-habisan pertahanan lawan yang sebenarnya harus bermain dengan sepuluh orang akibat hukuman kartu merah.
Sepanjang laga, Turki membukukan total 32 tembakan, namun buruknya penyelesaian taktis membuat mereka gagal memecah kebuntuan hingga laga usai.
Kegagalan total ini menghadirkan kesedihan mendalam bagi gelandang muda andalan mereka, Arda Guler.
Baca Juga: Dicap Terlalu Mahal, TVRI Bongkar Alasan Hak Siar FIFA Rp1,3 Triliun
Pemain berbakat milik klub Real Madrid tersebut menilai bahwa skuad Turki yang dihuni oleh pilar-pilar klub elite Eropa seharusnya sanggup menunjukkan mentalitas bertanding serta kualitas yang jauh lebih berkelas di atas lapangan hijau.
“Saya akan melakukan segala kemampuan saya agar turnamen ini terlupakan sepanjang karier saya bersama tim nasional," ucap Arda Guler dikutip dari Tribal Football.
"Kami bermain untuk klub-klub yang sangat penting dan seharusnya menunjukkan hal itu di lapangan,” sambungnya.
Ia menambahkan kepasrahannya atas kelengahan taktis timnya di menit awal pertandingan.
“Kami tidak berhasil melakukannya. Kami kebobolan gol yang sangat cepat. Tidak banyak yang bisa saya katakan,” ujar gelandang berusia 21 tahun tersebut.
Kekalahan menyakitkan dari Paraguay melengkapi catatan buruk lini serang Turki sepanjang kompetisi berlangsung.
Berita Terkait
-
Pernah Kalah dari Timnas Indonesia, Herve Renard Incar Kemenangan Lawan Jepang di Piala Dunia 2026
-
Brace Deniz Undav Bawa Jerman Comeback Atas Pantai Gading dan Segel Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Hajar Swedia 5-1, Belanda Melesat Puncaki Klasemen Sementara Grup F Piala Dunia 2026
-
Prediksi Spanyol vs Arab Saudi: Head to Head, Susunan Pemain, dan Fakta Menarik
-
Prediksi Tunisia vs Jepang: Elang Kartago Krisis, Samurai Biru Mendominasi?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan