- Suporter Jepang menuai pujian global karena aksi membersihkan stadion setelah pertandingan Piala Dunia 2026 berlangsung.
- Tradisi tersebut memicu kritik domestik terkait ketimpangan pembagian tugas rumah tangga antara pria dan wanita Jepang.
- Data OECD menunjukkan perempuan Jepang menghabiskan waktu lebih banyak untuk pekerjaan rumah tangga dibandingkan kaum pria.
Suara.com - Aksi suporter Jepang yang membersihkan stadion usai pertandingan Piala Dunia 2026 kembali viral dan menuai pujian global.
Namun di dalam negeri, tradisi tersebut justru memicu perdebatan soal ketimpangan pembagian tugas rumah tangga antara pria dan wanita.
Sorotan muncul setelah foto-foto suporter Samurai Blue memunguti sampah seusai laga melawan Belanda beredar luas di media sosial.
Di sisi lain, sebuah unggahan viral memperlihatkan kontras perilaku pria Jepang di ruang publik dan di rumah.
Unggahan tersebut menampilkan ilustrasi seorang pria yang rajin membersihkan stadion, namun digambarkan bersantai di rumah sementara perempuan mengerjakan pekerjaan domestik.
“Pria Jepang seharusnya lebih banyak membantu di rumah,” tulis unggahan yang mendapat puluhan ribu tanda suka.
Komentar publik pun beragam. “Semua orang ingin menyelamatkan dunia, tapi tidak ada yang mau membantu ibu mencuci piring,” tulis seorang pengguna, mengutip pernyataan yang dikaitkan dengan penulis PJ O’Rourke.
Data Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memperkuat kritik tersebut.
Perempuan Jepang tercatat menghabiskan lebih dari tiga jam per hari untuk pekerjaan tidak berbayar, sementara pria hanya sekitar 47 menit.
Baca Juga: Baru 25 Menit Spanyol Pesta Gol ke Gawang Arab Saudi, Mikel Oyarzabal Borong Gol
Kesenjangan itu bahkan lebih besar dalam keluarga muda.
Survei pemerintah Jepang menunjukkan perempuan bisa menghabiskan lebih dari tujuh jam per hari untuk pekerjaan rumah tangga, dibandingkan pria yang kurang dari dua jam.
Meski begitu, tidak semua pihak setuju dengan kritik tersebut.
Sebagian warganet menilai kebiasaan membersihkan stadion tetap patut diapresiasi sebagai bagian dari budaya disiplin masyarakat Jepang.
FIFA sendiri memuji aksi para suporter Jepang dengan menyebut mereka memiliki perilaku yang sempurna.
Tradisi ini bahkan mulai ditiru oleh suporter dari negara lain, termasuk Portugal.
Berita Terkait
-
Baru 25 Menit Spanyol Pesta Gol ke Gawang Arab Saudi, Mikel Oyarzabal Borong Gol
-
Nagelsmann Jadi Bahan Omongan Gegara Pakai Jam Tangan Mewah Saat Jerman Tekuk Pantai Gading
-
Piala Dunia 2026: Tunduk di Tangan Jepang, Tunisia Jadi Tim Ketiga yang 'Mudik'
-
7 Jersey Original Murah Piala Dunia 2026: Mulai Rp300 Ribuan, Asli Adidas dan Nike!
-
Sisi Lain Piala Dunia 2026: Mengapa Fanwar di Media Sosial Susah Diredam?
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung