Bola / Bola Dunia
Senin, 22 Juni 2026 | 00:52 WIB
Cuplikan duel Tunisia vs Jepang di laga kedua Piala Dunia 2026. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/YU)
Baca 10 detik
  • Timnas Tunisia tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah menelan kekalahan telak melawan Swedia dan Jepang di fase grup.
  • Bek Ali Abdi mengkritik federasi atas buruknya persiapan tim serta keputusan mengganti pelatih secara mendadak saat turnamen.
  • Tunisia dijadwalkan melakoni laga terakhir grup F melawan Belanda pada 25 Juni sebelum meninggalkan lokasi turnamen tersebut.

Suara.com - Kegagalan Timnas Tunisia di Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik tajam dari dalam tim.

Bek andalan Ali Abdi secara terbuka menyasar federasi setelah timnya tersingkir di fase grup.

Tunisia dipastikan angkat koper usai menelan dua kekalahan telak, yakni 1-5 dari Timnas Swedia dan 0-4 dari Timnas Jepang.

Hasil buruk tersebut membuat mereka kehilangan peluang lolos bahkan sebelum laga terakhir dimainkan.

Abdi menilai buruknya persiapan menjadi penyebab utama kegagalan.

“Kami datang ke Piala Dunia dengan pemain yang belum pernah bermain bersama,” ujarnya dikutip dari Bitbol.

Situasi makin rumit setelah federasi memutuskan mengganti pelatih Sabri Lamouchi usai laga pertama.

Menurut Abdi, keputusan tersebut justru memperburuk kondisi tim yang sudah tidak stabil.

“Tidak ada waktu untuk bekerja. Kami menghancurkan semua yang sudah dibangun dan memulai lagi dari nol,” katanya.

Baca Juga: Jepang Juara Piala Dunia 2026? Deretan Rekor Samurai Biru Usai Tebas Tunisia

Ia juga menyoroti minimnya uji coba berkualitas sebelum turnamen.

Dalam pernyataannya, Abdi turut menyampaikan permintaan maaf kepada publik Tunisia.

Namun, ia menegaskan kekecewaannya lebih ditujukan kepada pihak internal yang dinilai tidak profesional.

“Saya minta maaf kepada para penggemar Tunisia, bukan kepada orang-orang yang sibuk menyebarkan informasi ke sana kemari,” tambahnya.

Sebelum meninggalkan Amerika Serikat, Tunisia masih akan menjalani laga terakhir grup F melawan Timnas Belanda pada 25 Juni.

Load More