- Timnas Jerman tetap menjuarai Grup E Piala Dunia 2026 meski kalah 1-2 dari Ekuador di New York New Jersey Stadium.
- Jerman mencatat rekor pertahanan terburuk dalam sepuluh tahun karena gagal mencatatkan clean sheet dalam sembilan pertandingan Piala Dunia beruntun.
- Kekalahan setelah unggul lebih dulu menjadi catatan negatif kedua yang menuntut Julian Nagelsmann segera membenahi lini pertahanan sebelum babak gugur.
Data tersebut menunjukkan adanya masalah dalam menjaga konsentrasi dan mengendalikan pertandingan ketika berada di atas angin.
Alarm Bahaya Jelang Babak Gugur
Dua rekor negatif tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi Julian Nagelsmann sebelum memasuki babak 32 besar.
"Piala Dunia adalah kompetisi besar yang tidak memaafkan tim mana pun yang melakukan kesalahan serius," ujar mantan pelatih Tunisia, Sabri Lamouchi.
Meski tetap lolos sebagai juara grup, performa lini belakang Jerman kini mulai diragukan sejumlah pengamat sepak bola internasional.
Ketidakmampuan mempertahankan keunggulan serta minimnya clean sheet berpotensi menjadi celah yang dimanfaatkan lawan-lawan mereka di fase gugur.
Publik sepak bola kini menanti respons Manuel Neuer dan kolega. Mampukah mereka memutus rangkaian rekor buruk tersebut, atau justru kembali tersandung saat memasuki fase hidup-mati turnamen?
Status Juara Grup Terasa Hambar
Secara keseluruhan, Jerman sebenarnya tampil cukup meyakinkan pada dua laga awal fase grup. Namun, kekalahan dari Ekuador menunjukkan bahwa mereka masih memiliki kelemahan yang harus segera diperbaiki.
Baca Juga: Jepang Ukir Rekor Spesial di Piala Dunia 2026 Usai Lolos ke Babak 32 Besar
Dengan format Piala Dunia 2026 yang lebih panjang dan kompetitif, setiap kesalahan dapat berakibat fatal.
Status juara Grup E memang berhasil diamankan, tetapi pencapaian tersebut terasa kurang sempurna karena dibayangi statistik pertahanan yang menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah modern Der Panzer.
Kini perhatian tertuju pada langkah Nagelsmann dalam memperbaiki organisasi pertahanan tim sebelum menghadapi tantangan yang lebih berat di fase gugur.
Berita Terkait
-
4 Fakta Menarik Ketangguhan Turki Menjegal Dominasi Amerika Serikat di Piala Dunia 2026
-
Yuto Nagatomo Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Jadi Pemain Asia Pertama Tampil di 5 Edisi
-
Jerman Tumbang dari Ekuador di Piala Dunia 2026, Julian Nagelsmann Murka Soroti Disiplin Pemain
-
Analisis Taktik Norwegia vs Prancis: Duel Haaland dan Mbappe Demi Raja Grup
-
Prediksi Uruguay vs Spanyol: Taktik Bielsa dan De la Fuente Demi Juara Grup
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar