- Pelatih Hong Myung-bo resmi mengundurkan diri setelah Korea Selatan tersingkir dari Piala Dunia 2026 di Meksiko.
- Keputusan mundur tersebut diambil Hong Myung-bo sebagai bentuk tanggung jawab penuh atas kegagalan performa tim nasional.
- Presiden Lee Jae-myung menuntut evaluasi menyeluruh terhadap sistem penunjukan pelatih dan tata kelola sepak bola nasional Korea.
Suara.com - Gelombang protes melanda sepak bola Korea Selatan setelah tim nasional dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Kurang dari 24 jam setelah kepastian eliminasi tersebut, pelatih kepala Hong Myung-bo secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi kepelatihan.
Keputusan itu diambil di tengah derasnya kritik, termasuk dari Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, yang secara terbuka mempertanyakan kompetensi sang pelatih.
Hong Myung-bo menghadapi awak media pada Minggu pagi di Guadalajara, Meksiko, dengan membacakan pernyataan tertulis tanpa membuka sesi tanya jawab.
Langkah mundur sang legenda menjadi akhir dari perjalanan Korea Selatan yang finis di peringkat ketiga Grup A setelah menelan dua kekalahan.
Hong Myung-bo Ambil Tanggung Jawab Penuh
Meski sempat mengawali turnamen dengan kemenangan atas Republik Ceko, Korea Selatan kemudian tumbang dari Meksiko dan Afrika Selatan.
"Pertama-tama, saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada semua orang yang mencintai sepak bola Korea dan selalu mendukung tim nasional kami," ujar Hong Myung-bo dikutip dari ESPN.
Mantan bek legendaris tersebut mengaku menerima jabatan pelatih tim nasional dengan penuh tanggung jawab sejak hari pertama.
Baca Juga: Statistik Miris Afsel Usai Didepak Kanada dari Piala Dunia 2026: Cuma Satu Tembakan Tepat Sasaran!
"Namun dari saat saya memilih untuk mengambil posisi tersebut, saya tidak pernah mempertimbangkan alasan atau alasan lain. Saya percaya bahwa satu-satunya tugas saya adalah memenuhi tanggung jawab yang dipercayakan kepada saya hingga akhir," tutur Hong Myung-bo.
Selama dua tahun memimpin tim, Hong mengaku terus mengevaluasi setiap keputusan yang diambil demi kemajuan sepak bola Korea Selatan.
"Saya tidak bisa mengatakan bahwa setiap keputusan yang saya buat selalu benar, tetapi saya dapat mengatakan bahwa standar di mana saya membuat setiap keputusan selalu apa yang saya yakini terbaik untuk sepak bola Korea," tegas Hong Myung-bo.
Kegagalan di Amerika Utara sangat kontras dengan pencapaian Korea Selatan pada Piala Dunia 2022 di Qatar, ketika mereka berhasil melaju ke babak 16 besar.
Hong menegaskan bahwa pelatih kepala harus siap menerima konsekuensi ketika hasil di lapangan tidak sesuai harapan.
"Itulah sebabnya saya berdiri di depan Anda hari ini bukan untuk menawarkan penjelasan, tetapi untuk menerima tanggung jawab. Tanggung jawab itu sepenuhnya berada pada saya sebagai pelatih kepala," ungkap Hong Myung-bo.
Berita Terkait
-
Semangat Tak Kenal Usia, Craig Gordon Jadi Kiper Tertua di Piala Dunia 2026
-
Carlo Ancelotti Ogah Ladeni Psywar Jepang, Fokus Bawa Brasil ke 16 Besar Piala Dunia 2026
-
4 Fakta Menarik Jelang Bentrok Brasil vs Jepang, Rasanya Seperti Final Piala Dunia 2026
-
Prediksi Superkomputer Berubah! Prancis Geser Spanyol Favorit Juara Piala Dunia 2026
-
Pemain Termuda di Piala Dunia 2026, Gilberto Mora: Wonderkid Asal Meksiko
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali