- Pelatih Hong Myung-bo resmi mengundurkan diri setelah Korea Selatan tersingkir dari Piala Dunia 2026 di Meksiko.
- Keputusan mundur tersebut diambil Hong Myung-bo sebagai bentuk tanggung jawab penuh atas kegagalan performa tim nasional.
- Presiden Lee Jae-myung menuntut evaluasi menyeluruh terhadap sistem penunjukan pelatih dan tata kelola sepak bola nasional Korea.
Ini menjadi kali kedua Hong Myung-bo mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih tim nasional dengan hasil mengecewakan setelah pengalaman serupa pada Piala Dunia 2014.
Presiden Lee Jae-myung Soroti Sistem Penunjukan Pelatih
Situasi internal tim nasional semakin memanas setelah Presiden Lee Jae-myung melontarkan kritik terhadap proses penunjukan pelatih dan tata kelola sepak bola Korea Selatan.
Presiden Lee mengaku kecewa dengan hasil yang diraih Taeguk Warriors di Piala Dunia 2026.
"Sekali lagi, telah terbukti bahwa keputusan personel menentukan segalanya," kata Presiden Lee Jae-myung.
Ia juga menyoroti dugaan budaya yang lebih mengutamakan loyalitas dibanding kompetensi dalam pengelolaan tim nasional.
"Jika loyalitas dan faksionalisme dihargai di atas kompetensi dan orang yang tidak mampu ditunjuk sebagai pemimpin, hasilnya bisa diprediksi seperti api," ujar Lee Jae-myung.
Presiden Lee kemudian memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap program tim nasional sebagai bagian dari upaya membenahi ekosistem sepak bola Korea Selatan.
Publik pun menuntut proses pemilihan pelatih baru yang lebih transparan agar kegagalan di Piala Dunia 2026 tidak kembali terulang.
Baca Juga: Statistik Miris Afsel Usai Didepak Kanada dari Piala Dunia 2026: Cuma Satu Tembakan Tepat Sasaran!
Pengunduran diri Hong Myung-bo meninggalkan pekerjaan besar bagi Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) yang kini harus segera menentukan nahkoda baru untuk menghadapi agenda internasional berikutnya.
Kegagalan di Piala Dunia 2026 menjadi alarm serius bagi sepak bola Korea Selatan untuk melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari tata kelola organisasi hingga pembinaan tim nasional.
Berita Terkait
-
Semangat Tak Kenal Usia, Craig Gordon Jadi Kiper Tertua di Piala Dunia 2026
-
Carlo Ancelotti Ogah Ladeni Psywar Jepang, Fokus Bawa Brasil ke 16 Besar Piala Dunia 2026
-
4 Fakta Menarik Jelang Bentrok Brasil vs Jepang, Rasanya Seperti Final Piala Dunia 2026
-
Prediksi Superkomputer Berubah! Prancis Geser Spanyol Favorit Juara Piala Dunia 2026
-
Pemain Termuda di Piala Dunia 2026, Gilberto Mora: Wonderkid Asal Meksiko
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Dua Dekade Berlalu, Timnas Jepang Kini Lebih dari Siap Revans Brasil di Piala Dunia 2026
-
Sudah Sepakat dengan Persija, Persib Dilaporkan Tikung Mariano Peralta
-
Brasil vs Jepang, Ancelotti Berharap Lebih pada Neymar
-
Nagelsmann Tegaskan Jerman Tak Boleh Ulangi Kesalahan Lawan Ekuador saat Hadapi Paraguay
-
Jepang Tanpa Takefusa Kubo saat Hadapi Brasil di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Uruguay Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Manchester United yang Ketiban Sial
-
Lewat Laga Dramatis, Kudus Juara MilkLife Soccer Challenge All-Stars
-
Carlo Ancelotti Ogah Ladeni Psywar Jepang, Fokus Bawa Brasil ke 16 Besar Piala Dunia 2026
-
4 Fakta Menarik Jelang Bentrok Brasil vs Jepang, Rasanya Seperti Final Piala Dunia 2026
-
Jacksen F Tiago Pilih 34 Talenta Terbaik MLSC 2026, Siap Wakili Indonesia di SingaCup 2026