- Timnas Tanjung Verde tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah tipis 2-3 dari Argentina di Miami Stadium.
- Pelatih Bubista bangga karena timnya mampu memaksa juara bertahan Argentina bermain hingga babak perpanjangan waktu 120 menit.
- Meski gagal melaju ke babak 16 besar, para pemain Tanjung Verde dinilai menunjukkan karakter dan identitas nasional kuat.
Menurutnya, turnamen ini menjadi kesempatan bagi negara kepulauan kecil di Afrika Barat tersebut untuk memperkenalkan identitas dan semangat pantang menyerah kepada dunia.
"Lebih dari sekadar bermain, ini adalah tentang menunjukkan identitas kami kepada dunia," ungkap Bubista.
Ia menambahkan, Tanjung Verde datang dengan ambisi untuk bersaing secara setara melawan tim-tim terbaik dunia.
Sepanjang turnamen, Hiu Biru berhasil membuktikan diri sebagai tim yang layak diperhitungkan dan bukan sekadar pelengkap kompetisi.
"Saya pikir semua orang harus berterima kasih kepada para pemain atas turnamen mereka, karena mereka menunjukkan seperti apa negara kecil kami," pungkas Bubista.
Meski langkah mereka terhenti di babak 32 besar, Tanjung Verde mengakhiri debutnya di Piala Dunia dengan kepala tegak dan meninggalkan kesan mendalam bagi pencinta sepak bola dunia.
Berita Terkait
-
Lionel Messi Cetak 3 Rekor Gila saat Bantu Argentina Singkirkan Tanjung Verde
-
Cristiano Ronaldo Buka Suara soal Pensiun, Masa Depan Ditentukan usai Piala Dunia 2026
-
Messi Antar Argentina ke 16 Besar usai Duel Sengit Lawan Cape Verde
-
Australia Kandas, Sepak Bola Asia Kian Alami Keterpurukan di Piala Dunia!
-
Timnas Indonesia dan Keikhlasan Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN