Bola / BolaTaiment
Senin, 06 Juli 2026 | 08:10 WIB
Potret Timnas Argentina lolos 16 besar usai tekuk Cape Verde 3-2 (Yahoo SPorts)
Baca 10 detik
  • Lisandro Martinez dan Cristian Romero tampil solid membawa Argentina mengalahkan Cape Verde pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
  • Duo bek ini rutin melakukan ritual pembersihan energi menggunakan kayu palo santo untuk menjaga kekompakan dan performa di lapangan.
  • Kedekatan personal dan chemistry yang terjalin sejak tim muda memperkuat lini pertahanan Argentina dalam menghadapi tekanan lawan di turnamen.

Suara.com - Di balik kokohnya lini belakang Argentina, ada cerita unik yang mengiringi duet Lisandro Martínez dan Cristian Romero.

Keduanya tak hanya solid di lapangan, tetapi juga memiliki ritual spiritual yang diyakini membawa energi positif bagi tim.

Dalam kemenangan dramatis atas Cape Verde di babak 16 besar Piala Dunia 2026, peran keduanya begitu menonjol.

Lisandro Martínez menyumbang assist untuk Lionel Messi dan mencetak gol penting, sementara Romero turut berkontribusi lewat tekanan yang berujung gol kemenangan.

Di luar kontribusi teknis, perhatian publik tertuju pada momen tak biasa saat keduanya terlihat menggunakan air suci di tengah pertandingan.

Aksi itu menjadi viral dan memperkuat citra keduanya sebagai pemain yang menggabungkan aspek spiritual dengan performa di lapangan.

Persahabatan Lisandro Martínez dan Cristian Romero telah terjalin sejak level tim muda dan terus berkembang di timnas senior.

Bersama Nahuel Molina, mereka dikenal dengan julukan banda del palo santo, merujuk pada kebiasaan membakar palo santo untuk membersihkan energi negatif.

Palo santo merupakan kayu aromatik dari pohon Bursera graveolens yang berasal dari Amerika Selatan, seperti Peru, Argentina dan Ekuador.

Baca Juga: Emosi Cristiano Ronaldo Meledak, Serang Jurnalis Brasil di Konferensi Pers

“Kami melakukannya untuk mengubah energi,” ungkap Lisandro dalam sebuah kesempatan, mengingatkan pada kebiasaan yang dimulai sejak Piala Dunia 2022.

Ritual tersebut bahkan sempat menimbulkan kejadian unik.

Saat pemeriksaan keamanan di bandara Kansas, alat pemantik mereka disita karena dianggap mencurigakan.

“Sepertinya pisau dari jauh,” ujar Lisandro sambil tertawa dinukil dari TycSport.

Kedekatan personal ini terbukti berdampak di lapangan.

Keduanya tampil saling melengkapi, baik dalam membangun serangan maupun meredam tekanan lawan, menjadikan lini belakang Argentina sulit ditembus.

Pelatih Lionel Scaloni menilai kekuatan timnya tak hanya soal taktik, tetapi juga hubungan antar pemain.

Duet Martínez dan Romero menjadi contoh nyata bagaimana chemistry dan kepercayaan dapat mengangkat performa tim di level tertinggi.

Dengan performa konsisten dan kekompakan yang terjaga, Argentina kembali menegaskan diri sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.

Load More